Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #66

Di Hari yang Baik

Pagi itu di Nook Coffee, suasana cerah bulan April menyambut para pegawai yang tengah sibuk membersihkan area kedai.


Caca sedang asyik menyapu lantai ketika tiba-tiba Wina datang menghampirinya dengan langkah cepat lalu berbisik, "Kata Mbak Ranti, habis bersih-bersih jangan langsung kerja, kumpul dulu di ruangannya."


Caca menghentikan sapuannya, menatap Wina. "Ada acara apa ya, Win?"


Wina menggeleng pelan. "Mana gua tahu. Tumben lu yang kepo, Ca. Biasanya kan gua yang paling hobi kepo," ujarnya sambil tersenyum geli.


"Lagian tiba-tiba banget, Win. Jangan-jangan gara-gara ulah lu kemarin itu," tebak Caca setengah bercanda.


Wina sontak terpaku. Ia berkedip beberapa kali, lalu wajahnya berubah panik. "Iya, jangan-jangan Mbak Ranti mau nyidang gua gara-gara komplainan pelanggan kemarin, ya?" tanyanya dengan raut cemas yang kentara.


Setelah semua karyawan beres bersih-bersih, sebelum jam operasional dimulai, seluruh karyawan Nook Coffee sudah berkumpul di ruang manager.


Mbak Ranti duduk tenang di depan meja kerjanya. Seperti biasa, dengan wajah datarnya, ia membuka rapat pagi itu.


"Sebelum kita mulai briefing pagi, ada satu hal yang ingin saya sampaikan," ujar Mbak Ranti.


Semua karyawan langsung menghentikan obrolan mereka, memperhatikan sang manajer dengan seksama. Mbak Ranti lantas mengangkat sebuah kotak elegan berlapis beludru hitam.


"Setiap tahun, kantor pusat memilih karyawan dengan performa terbaik dari seluruh jaringan Nook Coffee di semua cabang. Tahun ini, penghargaan itu jatuh kepada salah satu rekan kita."


Mbak Ranti membuka map berisi sertifikat di hadapannya. "Selamat untuk... Senja Pratiwi."


Seketika, tepuk tangan langsung memenuhi ruangan.


Caca tampak terkejut bukan kepalang. Ia sempat menoleh ke kanan dan ke kiri, seolah ingin memastikan bahwa ia tidak salah dengar.

Lihat selengkapnya