Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #71

Perjalanan Dua Hari

"Emang kita mau ke mana sih, Dra?" gerutu Bram dari sebelah kemudi.


Andra tetap fokus menyetir, pandangannya lurus menatap jalanan aspal yang terbentang di depan. "Ke suatu tempat, Bram."


"Iya, tempatnya ke mana?!" Bram menghela napas pasrah. "Untung Tasya kemarin ngasih izin... tapi cuma dua hari, nggak lebih," imbuhnya mengingatkan.


Andra tersenyum tipis, tangannya sigap memindahkan persneling. "Gua butuh teman di perjalanan, Bram. Setidaknya, jalan yang gua laluin nggak sepi-sepi amat."


"Ini lebih tepat disebut penculikan daripada ajakan deh, Dra," protes Bram melirik ke luar jendela.


Andra hanya terdiam.


Di tengah keheningan yang sempat tercipta, tatapan Bram tak sengaja terpaku pada sebuah gantungan kunci berbentuk buah jeruk yang bergoyang pelan di kunci kontak mobil Andra. Bram terkekeh kecil. "Gantungan kunci lu aneh..." ucapnya.


Bram menyipitkan mata, berpikir sejenak sambil mencoba mengingat sesuatu. Dahinya mengkerut dalam.


"Eh... sebentar. Kayaknya gue pernah liat deh..." Bram menoleh cepat ke arah Andra. "Ini pasti ulah Caca, kan? Soalnya gua pernah lihat gantungan kayak gini tergantung di tasnya."


Andra melirik sekilas, lalu kembali fokus ke jalan. "Udah, nggak usah main detektif-detektifan."


"Otak gua agak ngelag, Dra, sumpah," kata Bram sambil tertawa renyah. "Lu tiba-tiba nyeret gua jalan jauh, terus bawa-bawa barang yang ada sangkut pautnya sama Caca..."


Andra menoleh dengan ekspresi datar, meski ada secercah geli di matanya. "Gua ngajak lu, buat bikin suasana nggak sepi, bukan buat dijadiin bahan ceng-cengan."


Bram terdiam sejenak, senyumnya perlahan memudar digantikan nada suara yang lebih serius.


Lihat selengkapnya