Petrichor

Kal Q Fawzie
Chapter #75

Salam perpisahan

Ruangan Marsha siang itu terasa berbeda, Sebagian besar barang di atas meja telah rapi berkemas ke dalam beberapa kardus kardus cokelat. Rak-rak yang biasanya sesak oleh setumpuk berkas kini tampak lowong, menyisakan ruang kosong yang membuat ruangan terasa asing. Hanya beberapa dokumen penting yang masih tersusun rapi di atas permukaan meja.


Andra berdiri terpaku di ambang pintu, menatap sekeliling ruangan sebelum pandangannya jatuh pada sosok wanita di hadapannya.


"Jadi... beneran pergi?" tanya Andra.


Marsha tersenyum tipis, merapikan map terakhir di tangannya. "Kayaknya begitu."

Ia mengangkat map itu, lalu melangkah mendekat dan menyerahkannya langsung kepada Andra. "Untuk sementara, ruangan ini kamu yang pakai sepertinya."


Andra mengerutkan dahi, menerima map tersebut dengan keraguan. "Untuk sementara?"


Andra menghela napas berat, memijat pelipisnya perlahan. "Berarti beban kerjaanku dua kali lipat."


Marsha terkekeh kecil mendengar keluhan setengah hati itu. "Makanya, jangan terlalu lama dibiarkan kosong."


Andra ikut tersenyum tipis. Ia memandangi map di tangannya, lalu terdiam sejenak saat teringat sesuatu.


"Oh iya, Sya..." panggilnya.


Marsha menoleh, menghentikan langkahnya sejenak.


"Terima kasih, ya"


"Untuk?"


Andra sedikit mengangkat map di tangannya. "Soal yang tadi, soal pengajuan naskah itu."


Marsha terdiam sesaat. Senyum kecil perlahan terbit di bibirnya. "Jangan berterima kasih sama aku, Dra."


Andra menatapnya lekat.


"Aku hanya meneruskan sesuatu yang memang layak diperjuangkan," lanjut Marsha. "Kalau naskahnya jelek dan nggak punya nyawa, aku nggak akan membelanya di depan jajaran direksi."


Andra tersenyum kecil,. "Ya, aku tahu."


Beberapa detik berlalu dalam keheningan yang menenangkan. Marsha kemudian meraih tas kerjanya dari atas kursi, menyampirkannya di bahu.


"Ya sudah. Aku pergi dulu."

Lihat selengkapnya