Pintu Putih

Oleh: Tary Lestari

Blurb

Setiap malam, aku bermimpi tentang sebuah pintu putih. Aku tidak tahu apa yang ada di baliknya, tetapi mimpi itu terus datang dan membuatku mulai mempertanyakan hidup yang kujalani. Setelah tiga puluh tahun menikah, untuk pertama kalinya aku berpikir untuk mengakhiri pernikahan ini. Mungkin ada sesuatu dalam diriku yang selama ini tidak kusadari telah hilang.

Aku dibesarkan untuk menjadi perempuan yang kuat sekaligus tahu diri ; menurut kepada suami, mengutamakan keluarga, dan menyesuaikan diri dengan keinginan orang lain.
Aku terbiasa mengabaikan apa yang kusukai dan menganggap keinginanku sendiri tidak penting.

Semangkuk kedelai rebus yang kusukai seharusnya bukan perkara besar. Tetapi, makanan sederhana itu sulit kudapatkan karena tidak sesuai dengan selera suamiku. Dari hal kecil itulah aku mulai bertanya, "Apakah aku telah kehilangan diriku sendiri? Dan apa yang akan kutemukan jika suatu hari aku berani melewati pintu putih itu?"

Lihat selengkapnya