Dia terlahir dengan kesadaran yang mengembang, sedemikian, dalam manzilah waktu. Ketika kesadarannya bertanya: di mana aku?; dia kala itu masih terbaring tanpa mampu bergerak bebas di atas kasur, dengan celana basah berikut popok yang mengalasi lubang duburnya yang muntah-muntah. Dia celingukan, kebingungan. Taktahu dia; merasa asing dia akan apa yang penglihatannya cerap. Di mana aku?
|••|