13 TAHUN YANG LALU
Elena atau Alice, yang berumur tujuh tahun, akan bertamasya ke kebun binatang. Orang tua masing-masing anak tidak ikut serta. Sebelum naik, Alice melambaikan tangannya kepada Mama dan Papa. Sinar matahari yang cerah menyilaukan matanya.
"Hati-hati ya di sana, jangan nakal," pesan Mama, suaranya bergema di halaman.
Alice dan teman-temannya bernyanyi bersama guru. Suasana riang gembira menyelimuti mereka. Di sisi lain, sebuah mobil melaju kencang. Sopir bus ikut menikmati nyanyian itu di dalam, namun pandangannya terfokus pada mobil yang tiba-tiba masuk ke jalurnya.
Pengemudi mobil itu ternyata mengantuk. Sopir bus membunyikan klakson dengan keras, berharap mobil tersebut kembali ke jalurnya. Guru yang mendengar pun panik, mencoba menenangkan anak-anak.
Namun mobil itu tetap melaju kencang. Anak-anak berteriak panik, tubuh-tubuh mungil mereka terlempar dari kursi. Dalam sekejap, bus terpaksa banting setir, dan akhirnya masuk ke jurang. Kepala Alice terhantam sampai berdarah.
Asap tipis mengepul dari kap mesin. Tubuh-tubuh kecil berserakan, terkulai tak sadarkan diri. Aroma bensin menyengat menusuk udara.
Di antara kepanikan itu, seorang guru—Bu Indah—tergeragap bangun. Kepalanya berdarah, tapi kesadarannya kembali lebih cepat daripada yang lain. Dia menahan perih di pelipisnya, mencoba berdiri meski lututnya gemetar.
Tiba-tiba, samar-samar terdengar suara lirih, "Uuh... sakit..."
Bu Indah menoleh. Di bawah bangku, Alice meringis, tangannya terjepit besi kursi yang bengkok. Mata kecil itu basah, menatap penuh rasa takut.
"Alice... bertahan, Nak. Bu guru di sini."
Dengan sisa tenaga, Bu Indah menyeret Alice keluar dari bangku. Nafasnya memburu, tangannya gemetar, tapi dia berhasil menggendong tubuh mungil itu. Dia berlari tertatih keluar dari bus, lalu meletakkan Alice agak jauh di rerumputan, memastikan bocah itu aman.
"Aku... akan kembali," bisiknya sambil mengusap rambut Alice yang lengket darah.
Bu Indah menoleh lagi pada bus. Asap makin tebal, suara retakan logam terdengar menakutkan. Namun nalurinya sebagai pendidik menjerit—anak-anak lain masih di dalam. Dia berlari kembali, masuk ke kegelapan kabin bus.
Dan tepat ketika kakinya menginjak tangga bus untuk kedua kalinya—
"BOOOM!!!"
Ledakan mengguncang bumi. Api menyembur dari dalam bus, menghantam udara malam dengan cahaya menyilaukan. Alice hanya bisa menjerit, tubuhnya bergetar hebat, menyaksikan kobaran api melahap bus yang baru saja ditinggalkannya.
Suara itu menghantui. Aroma terbakar, teriakan samar, semuanya melekat di kepalanya. Hari itu, Alice kehilangan hampir segalanya—dan sebuah luka batin yang tidak pernah hilang mulai tumbuh di dalam dirinya.
***
Perkenalkan nama-nama mereka:
1. Rani nama panti, sekarang menjadi Christin Elisabeth Adelison-> anak angkat Adelison Group.
2. Anna nama panti, sekarang menjadi Azalea Xaviera Hartono -> anak angkat Hartono Group.
3. Ratna nama panti, sekarang menjadi Bianca Gabriella Hugo -> anak angkat Hugo Group.
4. Galih nama panti, sekarang menjadi Matteo Nathan Wijaya -> anak angkat Wijaya Grioup.
5. Enggar nama panti, sekarang menjadi Arion Evano Adhitama -> anak angkat Adhitama Group.
6. Anang nama panti, sekarang menjadi Leonardo Raymond Willbert -> anak angkat Willbert Group.
Mereka ber6 sama-sama anak dari Kasih Bunda. Dan setelahnya diadopsi oleh keluarga terpandang. Status Rani sebagai anak pemilik panti asuhan sangat dirahasiakan. Karena Rani anak di luar nikah.
Mereka anak yang baik. Namun, setelah mendengar keluarga Adelison akan mengadopsi. Ibu pemilik panti membuat anaknya yakni Rani untuk menjadi anak angkat Adelison Group. Disitulah dia bisa menikmati kekayaan Adelison Group. Awalnya Anna lah yang menjadi anak angkat Adelison, karena cantik, manis dan pintarnya membuat istri Adelison Group ingin mengadopsinya. Karena memiliki kesamaan dengan putrinya Alice.
_______________________________
Ibu panti menemukan Alice yang tergeletak lemas di hutan. Pada saat itu, Ibu panti sedang berjelajah hutan. Ibu panti mengingat wajah anak itu. Dan ternyata anaknya Adelison Group. Dia membawanya pergi dan di sembunyikan.