Primadona Undercover

I M A W R I T E
Chapter #3

Tiga : Petunjuk Pertama

Anjani duduk di kamar, menatap serius pada dua layar. Dua pesan di waktu bersamaan. Mana diantaranya yang bisa membawanya pada kebenaran?


Dia menghela napas, lalu meremas kedua ponselnya dan bertekad untuk melakukan apapun agar bisa menemukan lokasi saudara kembarnya yang dia tidak tahu.


Satu yang Anjani tahu, Aninda tidak menyerah semudah itu.


Diputuskanlah agenda hari ini, pergi ke kantor Aninda dengan menaiki motor maticnya yang belum ganti oli. Bermodalkan ponsel Aninda dan pesan ambigu, Anjani berjalan untuk mencari tahu. Dia memarkirkan motornya yang dibeli dari tangan kedua di kafe seberang, pikirnya ya jangan sampai ketahuan.


Namun pucuk dicinta, ulampun tiba. Sosok yang tidak dia duga, justru menampakkan dirinya.


"Felix!"


Anjani menoleh. Seorang pria baru saja keluar dari kafe saat dia menurunkan helm dari kepalanya. Tinggi, gagah dan Anjani tahu jas abu-abu pria itu, bisa seharga motor baru.


Di belakangnya, ada perempuan muda. Seperti keturunan China. Matanya sipit berpoles eyeshadow warna merah muda. Ekspresinya tampak kesal, dan Anjani berpura-pura bermain ponsel agar bisa menguping pembicaraan keduanya.


"Kamu nggak bisa ya ngobrol baik-baik dulu, Felix? Aku datang ke sini karena papimu mohon-mohon, tahu nggak!"


Pria yang Anjani yakini sebagai 'Felix' tampak menghela napas panjang, kelihatannya tidak senang. Lalu dia berkata, "Percuma kamu menikah sama saya, saya tidak suka wanita."


Bukan hanya perempuan muda dengan baju putihnya itu yang menganga, tapi Anjani juga ikut terkejut di tempatnya. Cepat, Anjani menarik kesimpulan bahwa Felix, adalah penyuka sesama pria. Gay, maho, boti, apapun namanya, sama saja.


Lalu perempuan muda tadi berlari menuju mobil putihnya, kemudian pergi. Menyisakan Felix yang tampak menggelengkan kepalanya dengan lelah. Dia hendak beranjak, sebelum suara Anjani tiba-tiba terdengar mengikat.


"Gue bakal bilang ke semua orang kalau lo itu gay!"


Felix berbalik, satu alisnya naik. "Ninda?"


Sialnya, Anjani lupa jika dia sedang dalam misi penyamaran. Tadinya sih dia akan mengancam Felix dan menjadikan rahasia 'Felix tidak suka wanita' sebagai kunci, tapi menyamar sebagai Aninda tampak lebih membuatnya percaya diri. Dia menggigit bibirnya dan tersenyum lebar seperti model iklan pasta gigi.

Lihat selengkapnya