Princess Adira & Gold Flower

zahro ikrima
Chapter #1

Chapter tanpa judul #1

(Terinspirasi dari kisahnya seseorang yang dekat dengan author)

*

Matahari matahari mulai berjalan meninggalkan tempat sebelumnya,cahaya senja mulai menyapa desa kota lain yang namsnya desa Harapan Maju,suasana di salah satu rumah seorang gadis yang berkeluarga,mulai dributi oleh riuh-riuh kata orang tua untuk berangkat mengaji di salah satu desa mereka,semua di sibuki dengan mengambil kitab ,alat tulis,tas,bahkan ada yang masih belum mandi dari tadi pagi tadi,salah satu anak dari 8 anak keluarga Massitoh,seorang gadis remaja kelulusan SD yang berhenti sekolah karena masalah ekonomi keluarga mereka,ia sudah bersiap-siap untuk menunaikan ngaji,namanya Indah Sarasanggi ia putri yang dibesarkan dari beberapa pengalaman keras di hidupnya,yang pengalaman itu masih membekas hingga ini,sekarang ia akan berpamitan untuk mengaji kepada orang tuanya,ia berangkat bersama adiknya Juna adik perempuan yang kedua,sedangkan adiknya ke tiga Ildan belum mandi dam sedang membersihkan diri di sungai,sesampainya para putri matsitoh ke pengajian dan ternyata sudah didatangi para anak-anak yang mengaji juga,mereka sibuk dengan kegiatan mereka sendiri,cewek ada yang sedang melaksanakan piket ada yang main karet,ada yang membaca kitab,ada yang bermain engklek,dan cowok,mereka main kelereng,bola sepak,dan kejar-kejaran,Indah pun memasuki pengajian yang terbuat dari bambu yang di anyam indah dengan hiasan bawah dinding terbuat dari baru alam.

Indah pun mengambil tempat duduk yang biasa tempat belajarnya,ia mengambil di paling depan yang pasti terdapat kursi dan meja nya,ia pun menaruhkan tasnya di kursi,lalu ia duduk menunggu guru(ustad) datang,karena lama dan ia pun mulai bosan,ia pun keluar dan melihat kelakuan anak-anak di sana,di temani dengan angin sepoi dan dedaunan yang tumbuh dan menari-nari karena di tiup angin,disaat asiknya sambil nengok kanan kiri,ia tersadar ada yang memerhatikannnya sejak tadi,dia melihat Indah seperti tidak biasa,seakan ada kode-kode atau hati berbunga-bunga,orang itu adalah murid dari pengajian itu juga,dia adalaj salah satu murid paling sepuh (paling lama di sana)umurnya pun di katakam lumayam jauh dari Indah,beda 8 tahum,tapi walau begitu dia seorang yang tampan,berpeci,berkulit langsat,dan sopan,orang dingin,introvert,dan bergaul dengan anak cowok disana yang dikatakan bisa dihitung temannya,Indah langsung memalingkan wajah,sambil berepreksi keheranan,dengan satu alis ke atas,lalu ia melihat kelakuakan anak cewek lain yang bermain bepean( boneka kertas)yang sudah terbangun rumah yang terbuat dari pasir yang di padatkan,setelah lumayam lama akhirnya ustad bapaknya teman kakak kelas Indah datang,ia membawa tasbih dan berbagai buku kitab al-qur'an,memakai sorban dan peci di kepala,dengan senyum tulus,ia pun menyuruh anak-anak masuk untuk memulai pelajaran,Indah pun ikut masuk sambil mencari adik Ildan yang entah datang atau belum dengan tengok kanan kiri,

pelajaran pun di mulai,ustad pun memulai dakwahnya, dan mengajarkan murid mengaji al-qur'an,dan giliran Indah yang mulai maju ke meja guru untuk melantunkan ayat,setiap huruf yang di baca sangat teliti,suaranya merdu,tajwidnya sempurna,ia melantunkan surah al baqarah ayat 1 sampai 30 ayat,mengulang bacaan yang sebelumnya khatam ke 2,setelah selesai istirahat bersama teman-teman yang sudah mengaji,pulangnya bersama adiknya Juna,sampai waktu di waktu itu adik cowok belum di temukan,entah karena mengaji atau malah main pura-pura mengaji,biasa kebiasaannya si Ildan yang hanya butuh uang jajan untuk alasan ngajinya,sekolah sudah DO di SD,sungguh perjalanan berat untuk mereka mengurus adiknya yang cowok yang waktu itu satu-satunya sebelum lahir lainnya,sesampainya pulang,tiba-tiba dari rumah keluarga Masittoh yang ribut,entah

Karena apa indah pun penasaran,tapi adiknya juna menghentikannya untuk tidak masuk rumah,ia merasa akan seseorang dan ingin menghukum orang tersebut dan sepertinya sasaran tersebut adalah mereka,keluarga Matsithoh memang keras,banyak peraturan keras untuk sang buah hati sekalipun,bapak Matsithoh sebenarnya tidak jahat,tapi cara memperlakukan atau memberi peraturan sangat tidak masuk akal,pernah terjadi pada adik-adiknya Juna dan Ildan,sebelum mengetahui apa yang di rencanakan,dulu mereka pernah berbuat kesalahan yang membuat mereka melihat trauma sejak masa kecil lagi,mereka pernah mengambil setengah uang yang sengaja,disimpan di pajang di lemari,mereka ketahuan berulah dan di hukum dengan diseret menarik kaki di atas tanah lalu membawanya di sebuah tempatnya mereka mengalami trauma,mereka dengan keadaan diam yang saat itu tidak tahu apa yang terjadi "disabitlah bokong-bokong mereka",suara menggelegar membuat ruangan menakutkan,mereka di sabit menggunakan tali yang sudah di buat khusus untuk mensabit bokong sapi saat membajak,mendapat sabitan tersebut,mereka hanya bisa diam sembari menangis,Indah melihatnya saja merinding sambil menangis diam-diam di bawah meja yang tertutup taplak meja yang besar,ia melihat nya dengan sembunyi,tak bisa berbuat apa-apa,itu yang menghantui mereka sejak tadi,tapi Indah menolak kalaupun mereka tidak pulang tetap salah dan akan mendapat hukuman,plihan mereka tidak banyak,mereka lebih memilih masuk kandang harimau dari pada mendapat hukuman dari sang bapak harimau,masuklah mereka,mengucapkan salam dengan gemetar,dan penuh perasaan takut dan khawatir,ayahnya menjawab dengan dingin dan tatapan tajam yang menusuk dengan kesan seram,dengan gemetar mereka pelan-pelan berjalan menuju ayahnya untuk menyaliminya yang di dahului oleh adiknya,lalu giliran Indah,saat ingin mencium tangan ayahnya,tiba-tiba tangan di tarik memaksa mengikuti perintah ayahnya indah pun terkejut sambil menangis meminta ampun dan minta di lepaskan,ayahnya menghiraukan rengekan sang buah hati,ia di paksa menaruh kedua tangan di sebuah kayu yang sudah di olah dan di buat seperti borgol yang berat,lalu ayahnya menyambungkan

kayu itu dan menguncinya dengan cantolan kayu yang membuatnya sulit terlepas Indah meminta dilepaskan dan meraung-raung dengan tangisan

"Ayah!!lepaskan!!...Kenapa kamu membuatku begini!,"Indah dengan suara sebab sambil meronta

"diam!!katakan! kamu kan yang mengambil uang di lemari itu!cepat katakan!,"Ayah dengan wajah kesetanan yang seram dan nada suara dingin

Lihat selengkapnya