Princess Adira & Gold Flower

zahro ikrima
Chapter #3

Chapter tanpa judul #3

Di dunia Fantasi itu Indah merasa senang,karena bisa bersekolah Mts di sana,bertemu teman baru,dan belajar,ia tinggal di sebuah kota Bunga di dekat perdesaan yang penuh dengan sawah dan ladang,

Banyak yang mengatakan kota tersebut sangat terkenal karena karena tempatnya yang penuh bunga mawar yang beragam,bangunannya yang untuk logonya mawar,sepanjang jalanya penuh mawar, walikotanya namanya mawar dan penyuka mawar,


yang istimewa ada bunga mawar langka emas,konon bunga tersebut katanya itu bunga diciptakan oleh elifs laki-laki yang tampan yang berkaca mata


Bunga itu diciptakan oleh peri itu karena peri jatuh cinta dengan teman manusia yang sudah menikah dengannya

Jadi untuk mengungkapkan perasaannya ia ingin memberi bunga mawar sebagai hadiah,agar terbuktikan kalau cintanya itu tulus,dan sebagai hadiah selamat mendatang sang buah hati,ia rela bintang emas kesayangan yang ia temukan dulu bersama adiknya di jadikan sebuah warna untuk sebuket bunga mawar,


tapi takdir berkehendak,manusia yang dicintainya pulang bersama putri mereka dari rumah sakit,ia mengalami kecelakaan kereta kuda,kereta jatuh kejurang yang berisi sungai yang bayi mereka di dalam bendongan di dalam kereta,terbawa lah kereta itu mengikuti arus,kekasihnya jatuh keluar ke tanah dengan lumuran darah yang membuatnya meninggal dunia,sang peri yang mendengar kabar tersebut shock,ia menangis,ia mendatangi tkp kejadian kecelakaan,

sesampai di sana ia menghampiri mayat tersebut,tetesan air mata yang tak tertahankan terjatuh ke salah satu buket bunga yang ia bawa tiba terjadi keajaiban di saat satu tetes jatuhnya air mata peri itu dan mengenai bunga yang ia bawa tadi,bunga itu tumbuh, bercahaya emas,indah,bunga itu pun di tanam olehnya di sekitar makam,dan peri yang sakit hati karena ditinggalkan, ia menemani lama di dekat makam mayat dan mati disamping mayat yang dicintainya,


setelah peri dan mayat itu meninggal,putri kecil mereka yang hilang sudah gadis remaja yang entah kemana putri mereka berada,orang tuanya telah menjadi tanah yang menggunung di atas tanah kediaman mereka ditanami bunga emas,setelah di temukan oleh para arkeolog,menjadi sebuah tempat wisata,dan ziarah,dan kisahnya pun di angkat menjadi film internasional,tempat wisatanya ada di kota mawar tempat Dira dan Bina tinggal.


Suatu pagi Dira dan Bina untuk hari liburnya sedang merencanakan untuk pergi ke tempat wisata taman bunga emas yang sangat terkenal itu


Taman bunga di kota mawar kebetulan sedang mengadakan acara "ba war" bazar mawar,yang di isi dengan berbagai acara,ada acara yang sakral yaitu minum teh sari bunga mawar bersama seluruh masyarakat yang datang ke ba war,dan banyak acara lagi, acara ini selalu di lakukan setiap tahun, tak hanya acara ,ada permainan,makanan, minuman lainnya perbajuan dan masih banyak lagi,acara ini sering dilakukan sedang turun menurun,sampai sekarang masih di lestarikan untuk mengenang kisah peri yang jatuh cinta dengan manusia


Dira dan Bina kesana dengan menaiki sebuah 1 sepeda listrik yang berwarna biru langit dengan berboncengan


Sesampainya disana Bina pun turun dan Dira pun memarkir sepeda mereka di parkiran yang tak jauh dari taman


"Wah ternyata rame ya yang datang,"Dira


"iya dong dik, kan ini acara istimewa pasti rame lah,"Bina


Dira pun mengangguk dengan espreksi senang


"Buruan dek aku gak sabar ini,pasti ada mainan kawai,gak sabar deh!!!,"Bina


"Ya bentar,ini juga baru markir sama ngunci,kalau gak di kunci ini sepeda,alamat sudah ini sepeda di bawa pulang maling," sewot Dira


" i_iya juga ya,"Bina sambil garuk kepala


Setelah mengunci sepeda mereka,mereka pun memasuki ba war,baru memasuki ba war nya saja,sudah ramai pengunjung yang berwisata ke ba war ini


"Eh dek lihat geh,itu kawai banget boneka singanya,mana pakai baju kiyowo gitu,yuk dek kita main permainan mancing ikan,kalau menang...dapat boneka singa!,"Bina sambil bersemangat


"Et dah nih tua,udah tua,kayak tiang listrik,dah jadi ART di kastil Rampunsel juga,masih mau main bocil?? Haadeh,"Dira sambil tepuk jidat


"Eh,biarlah umur tua,kalau soal permainan tetap yang pertama,"Bina dengan pedenyasambil bersemangat


"Cakeep,Teserah kamu juga sih,"Dira sambil nyerah hin duit ke penjual


"Siuuuuuuuuuu! Eh Alhamdulilah maksudnya,"Bina yang hampir sempat ngikutin gaya ronaldo merasa malu


Orang yang liat kelakuan bina espreksinya memiringkan bibir


Dan mereka pun bermain mancing ikan,dan ya.. Banyak bocil yang lihat dengan wajah heran dan kelakuan caper


"Eh guys, liat guys tante-tante...udah tante juga mainnya mancing ikan guys,"bocil ff yang membawa hape mode rekam layar


"Woi bocil !! ngapain ha kamu??, kepo amat ,masih bocil juga,pulang belajar sono,malah ngerekam,dasar bocil jilid (julid maksudnya)!," Bina sambil menyipitkan mata


"Guys,tante nya marah...kita lari aja guys kayaknya khodam tante nya keluar xixixi,"bocil ff sembari merekam aksi Dira dan Bina


"Hei bocah,hadiah sandal mau kayaknya ya?,"Dira sembari menyipitkan mata juga menodongkan sepatu yang ia pakai


"Eh,gak tan cuman canda,numpang lewat tante-tante."bocil ff sembari nyengir dan galagapan sambil ngacir

"Bukan tante yang kau bilang ni!,"Dira lalu menurunkan sepatunya


Bina dan Dira pun hanya menggelengkan kepala dengan heran


Setelah ada,per jilid tan antara bocil X tante, mereka berdua tetap melanjutkan permainan mancing ikan tadi karena....belum dapet


"Haiss susah juga ya ini nangkepin ikan mainannya,ikannya joget tok tok mulu,"Bina mulai kesal sambil menyipitkan mata


"Terus lagunya ngakak lagi,"Dira


"Lagunya ...bagaimana dengan aqu...terlanjur mencentong kamu...tanpa sedikit alasan pergi tanpa berpamitan...tak kan ku terima cinta sesaat mu..kan ngakak,"Bina sedikit tertawa karena lucu


"Pft wkwkwk coba pahamin kak,kan dia centongin kepalannya yaiya lah orang nya gak pamit karena orangnya the end,wkwkwk ada aja yang bikin lagu nya,"Dira


Mereka berdua pun tertawa kerena lagu itu


"Baiklah aku tidak boleh menyerah,aku pasti bisa

Mendapatkan boneka singa nya bismillah,"Bina dengan semangat membara


Dira yang melihat kakak yang pantang menyerah pun tersenyum


Lihat selengkapnya