Princess Adira & Gold Flower

zahro ikrima
Chapter #5

Chapter tanpa judul #5

"lihat ini baju nya cuantik banget ya, coba deh pakai,"Bina bersemangat


"Masyaallah iya cantik bajunya,kalo gini sih,kita bawa pulang aja semua "Dira sambil nyengir kuda tak bersalah


"Iya dek,bawa sekalian biar nambah koleksi,"Bina ikut-ikutan


"Tidak kusangka ternyata...peri itu baik ya,dan ramah lagi,"Bina yang ingin ucapakan sesuatu tapi enggan,sambil senyum kecut


"Iya,sangking ramahnya,kamar tamu pun udah disedian baju sama kamar cantik gini"Dira Bina hanya mengangguk kan saja


"yuk kita lihat kamar mandinya"Bina


"Ngapain??,"tanya Dira heran


"Kita "turu",ya lihat lah,kan kata Bintang ada spa nya,"Bina

"Tidur" translate bahasa jawa

"Eh iya,emang ada spa di atas pohon begini?,gimana naruh airnya si Tatang ketika buat ni rumah"Dira sambil menuju kamar mandi


"Kan Bintang itu peri,bisa terbang,punya kekuatan,pasti kekuatannya dia lah, kan??"Bina mengikuti dira


"Iya juga ya,uenak ya mereka yang jadi peri, bisa buat apa aja sampe rumah yang cantik Kayak gini,"Dira


"manusia juga bisa buat apa aja,"Bina


"Tapi kalau ada__"Dira


"CUANNYA WKWKWKWK!,"Bina dan Dira bersama sambil tertawa renyah


Dira pun mulai mengambil krim lalu ingin mengoleskan krim tersebut ke wajah Dira,saat ingin membukanya penutup botol krim itu ternyata lumayan sulit terbuka yang membuat byuuur muncrat,mana muncratnya langsung kemuka Bina lagi


"Allah huakbar,Upil ini kalau buka tutup botol tuh jangan keluarin juga kekuatan buto ijonya,jadi muncratkan semua kemuka cantekku,ups lagi di kamar mandi...,"bina sambil menyipitkan mata dengan senyum datar


"Yee sorry,lagian tutup botolnya aja yang bandel,gak mau nurut,tapi gakpapa kak,langsung kinclong kayak tembok mungkin tuh muka item,"Dira sedikit ngejek


"Yeee,sesama hitam gak boleh jatuh hin dong,"Bina


"Iye, dasar kak ros!,"Dira


"Upil!,"Bina


"aku jadi penasaran kenapa pangeran,ada disini?,"Bina sambil nyuci muka


"Yo gak tau,nanya malah sama yang beda ras yang gak tau tentang peri,emang aku peramal!,"Dira sambi nyuci muka juga


"Ya siapa taukan, kalau upil keturunan pesulap merah,"Bina


"Kalau aku keturunan sulap merah,kamu juga keles,"Dira


"Beda bapak tante,"Bina sambil mengambil handuk dan mengelap muka


"Dari pada penasaran terus,mending tanya orangnya langsung...,"Dira ambil handuk yang di pakai Bina dan ngelap juga


"Yaudah tapi nanti deh,habis sholat magrib,"Bina sambil pergi menuju kamar di ikuti Dira


Setelah selesai sholat mereka pun menuju balkon belakang rumah Bintang bersama Bintang dan Tatang nya


Di balkon terlihat ada bunga ungu yang bergelantungan di dipingiran atap rumah itu,kalau di malam hari bunga itu bercahaya ungu yang indah seperti lampu tapi bersinar redup jadi gak terlalu menyilau mata


Dibalkon itu juga ada tempat untuk santai,tempat duduknya unik,terbuat dari kapas kalau diduduki kapas itu tidak berhamburan, lembut serasa mereka duduk di awan


Meja sudah disediakan kudapan,kudapan ternyata seperti martabak gitu tapi kacang yang biasa di dalam martabak itu berganti selai entah itu selai apa tapi berwarna pelangi rasanya asam manis,segar,dalam selainya itu,minuman nya teh berwarna ungu bercahaya sepertinya itu dari sari bunga ungu tersebut,rasanya manis segar seakan bisa menghangatkan tubuh di malam hari itu


Lihat selengkapnya