Blurb
Bugh!!
"Puas?!.. puas kamu merusak masa depanmu ?!"
Bugh!!
"Pukulan ini tidak ada apa-apanya di bandingkan rasa kecewaku, Nak," desis Raden Dirgantara
Pukulan kesekian kalinya terhenti di udara, tepat di depan sudut bibir puteranya yang telah lebam dan berdarah. Nafasnya memburu, tangan nya bergetar menahan amarah. Raven menyeka darah dari sudut bibirnya.
Raden Dirgantara.
Menolak runtuh di hadapan putranya. Ia berbalik cepat, bergegas pergi menuju ruang sunyi untuk meledakkan amarah yang sesak di dada.
Lahir sebagai generasi keempat dalam keluarga abdi negara adalah sebuah anugerah sekaligus beban berat bagi Raven Marsekal Dirgantara. Kepergian ibu untuk selama lamanya membuat Raven menjadi terjerumus ke dalam dunia yang penuh kebebasan sebagai cara mengatasi kesedihan.
Dari sudut pandang luar, Raven nyaris sempurna: ia tampan, putra seorang jenderal sekaligus memiliki aset bangunan(apartemen) dan kaya raya. Namun, didikan keras yang minim kehangatan emosional membentuk Raven menjadi pemuda yang dingin, arogan, dan keras kepala.
Raven menikmati kebebasan tanpa batas, menjalani gaya hidup yang mengabaikan norma. Namun, roda nasib berputar, kesenangannya justru menjeratnya dalam lingkaran permusuhan.
Imbasnya, hubungan Raven dengan keluarga menjadi renggang dan terasa asing. Meski ia tetap diberi kehidupan yang layak secara materi.
Apakah pilihan Raven selama ini salah ? Ataukah ini sekadar konsekuensi dari pencarian jati diri?
Kini, Raven berada di persimpangan jalan hingga menemukan seseorang yang membuka hatinya dan membuat nya menjadi berfikir.
Di tengah ketidakpastian dan konflik batin ini, kemana selanjutnya Raven akan melangkah?
Apakah ia akan bangkit, atau justru semakin terpuruk?