PROJECT : EDEN // ZERO

edvyse
Chapter #2

CHAPTER 1 : SECURITY DRONE

30 April 2096

Pagi yang gelap, awan hitam terus menjatuhi bulir-bulir air yang membasahi Midcity. Satu sampai dua kali awan itu mengeluarkan guntur yang menggelegar keseantaro kota. Jalanan basah memantulkan  ribuan cahaya sintetis dari lampu neon berwarna cyan, magenta dari hologram-hologram yang terpampang di dinding-dinding gedung.

Dari atas apartemen, seseorang sedang mengamati Midcity dari balkon di  ketinggian lantai 25. Matanya sangat tajam menangkap berbagai objek yang diamatinya secara sekilas, lalu kembali memandangi kota, sembari menikmati secangkir kopi panas yang nikmat. Walau hujan terus membasahi kota, bulir-bulir air yang berjatuhan tidak membatasi hiruk pikuk kehidupan masyarakat, mereka tetap menjalankan rutinitas mereka dengan normal. Sesekali sosok itu melihat drone keamanan barlalu-lalang, sedang berpatroli mengawasi seluruh pergerakan dari atas udara.

Disaat sedang menikmati secangkir kopi panas, tiba-tiba ada seseorang yang menekan bel pintu kamarnya, sosok itu kembali masuk ke dalam ruangan. Menghampiri bingkai pintu depan, lalu membukanya dengan memberikan sebuah akses password untuk membuka fitur keamanan. Pintu pun terbuka menampakkan seseorang dengan pakaian jas putih panjang dengan rambut putih keriting dan kulit yang sudah keriput, seorang kakek tua. "Hai Lyor apa kau hari ini sibuk ? Aku berniat untuk mengajakmu ke laboratoriumku. Aku ingin menunjukkan suatu hal yang luar biasa padamu, kau tahu... Aku baru saja membuat versi update terbaru dari robot buatanku." Ujar kakek tua itu dengan hangat sembari membetulkan posisi kacamata kotaknya yang berwarna putih.

"Ouh, maaf Profesor... sepertinya aku tidak bisa menerima ajakanmu untuk saat ini. Aku sedang meneliti beberapa hal menarik yang mungkin... kau juga akan tertarik bila melihatnya." Ujar Lyor dengan santai.

"Ouh, benarkah ? boleh aku masuk ?" Tanya Profesor Vorne.

"Tentu, silahkan." Lyor mempersilahkan Profesor Vorne masuk kedalam bilik apartemennya.

Mungkin agak aneh melihat ada seorang profesor yang tiba-tiba berkunjung ke sebuah apartemen mengenakan pakaian kemeja dan jas rapih, lalu secara tiba-tiba mengajak seorang remaja untuk berkunjung ke laboratoriumnya, padahal kalau dipikir-pikir laboratorium adalah tempat yang amat dijaga dan dirahasiakan keberadaannya. Tapi untuk yang satu ini... kalian tidak perlu heran.

"jadi kali ini kau sedang meneliti apa ?" Tanya Profesor Vorne.

"Sebuah alat sederhana yang keren, yang pasti kau akan menyukainya." Jawab Lyor, Profesor Vorne membalasnya dengan terkekeh. "Haha... Mari kita lihat, seberapa menarik karyamu kali ini, karena terakhir kali yang kuingat kau sedang membuat sebuah robot nano yang dapat membunuh virus-virus dan bakteri-bakteri berbahaya, apa project itu sudah selesai ?" Tanya Profesor Vorne kembali.

"Ya, aku sudah menyelesaikannya. Dan aku sudah mencoba memamerkannya kedalam sebuah event pameran Robot terbesar dikota ini. Dan kau tahu profesor, aku berhasil memenangkan event tersebut!" Ujar Lyor dengan antusias.

"Oh, ya... benarkah itu ?" 

"Ya! dan kau tahu apa yang lebih keren lagi Profesor, Manager rumah sakit ternama dikota ini meminta kepadaku untuk memproduksi robot-robot itu secara massal dengan jumlah sebanyak 1000 unit! untuk kebutuhan dalam riset penelitian virus-virus dan bakteri. Dan dari itu aku pun mendapatkan sebuah penghargaan dari ketua rektor kampusku atas pencapaianku dalam pembaharuan riset dan teknologi, dan juga aku mendapatkan beasiswa penuh darinya." Jawab Lyor dengan penuh antusias. Profesor membalasnya dengan menganggukan kepalanya.

Mereka lalu mendekati sebuah bilik lemari futuristik, Lyor lalu membuka semacam password. Setelah password sukses untuk diaktifkan, seketika lemari ini terbelah menjadi dua membuka sebuah ruangan baru yang mengeluarkan sebuah asap dingin putih kebiru-biruan.

"Haha... Jadi ini laboratorium mini milikmu ? tidak buruk." Profesor Vorne menyikut lengan Lyor sambil terkekeh. Mereka pun lalu masuk kedalam laboratorium tersebut.

Ukuran laboratorium ini tidak terlalu luas, mungkin sekitar 5 X 7 Meter persegi. Dihiasi dengan lampu strip neon ditepi-tepi dinding yang melingkari ruangan ini. Dan beberapa meja kerja dengan berbagai peralatan canggih dan cetak biru yang berserakan dimana-mana. Di ruangan ini juga terdapat mesin 3D printer yang sangat canggih buatan Lyor sendiri. Profesor menghampiri mesin 3D printing itu. "Apa ini juga buatanmu sendiri ?" Tanya Profesor ramah.

"Ya... tapi alat itu masih dalam tahap pengembangan. Masih ada beberapa komponen yang perlu dilengkapi dan diperbaiki." Jelas Lyor, Profesor mengangguk takzim.

"Laboratoriummu sangat berantakan sekali, kapan terakhir kali kau pernah merapihkannya."

"um... entahlah, aku juga tidak mengingatnya. Lagipun aku terlalu sibuk dengan penelitian-penelitianku ini."

Profesor Vorne menghela nafas, dia lalu memunguti beberapa cetak biru dan perkakas yang berserakan diatas meja dan lantai, lalu menaruhnya kembali ditempat yang lebih baik. "Kau boleh berambisi dengan segala penelitianmu ini, tapi kau juga harus ingat Lyor... Jika kau ingin menjadi seorang Profesor kelak, kau juga harus memiliki standar operasional dalam pekerjaan yang kau lakukan ini. Sebagai contoh kecilnya adalah menjaga kebersihan dan kerapihan ruang laboratorium, merupakan standar operasional yang tidak boleh dilupakan, karena besar kemungkinan suatu saat... mungkin saja ketika laboratorium ini mengalami masalah teknis dan ruangan ini terjadi kebakaran... setidaknya kau masih dapat dengan mudah untuk menyelamatkan barang-barang berharga milikmu. Coba kau bayangkan bila seluruh cetak biru ini bertebaran dimana-mana... aku yakin hampir seluruh cetak biru ini akan hangus terbakar. Lagipun, mengapa kau tidak menggunakan media digital saja untuk menyimpan seluruh berkas-berkasmu ini ?"

Lihat selengkapnya