PROJECT ELYSIUM

Ahmad Barnash
Chapter #3

BAB 3: Persiapan Terakhir

Gelombang data psikologis mengalir deras di layar monitor ruang kendali bagaikan air terjun digital. Adrian menatap deretan grafik yang bergerak naik turun dengan cepat. Di sebelahnya, dr. Maya terus memantau indikator detak jantung dan aktivitas gelombang otak para peserta yang sudah mulai memasuki fase tidur induksi virtual.

"Aktivitas lobus frontal meningkat tajam pada peserta nomor 04 (Rafi)," kata Maya dengan nada waspada. "Dia sedang mengalami kilas balik memori traumatis saat proses sinkronisasi. Detak jantungnya menyentuh 110 per menit."

Adrian segera menekan beberapa tombol di konsol kendalinya. "AURA, suntikkan penenang emosi level dua melalui frekuensi stimulasi saraf pada peserta 04. Jangan biarkan memorinya mengunci proses inisiasi awal."

"Perintah dilaksanakan, Dokter," suara tenang AURA menggema. "Stimulasi saraf berhasil diturunkan. Tingkat stres peserta 04 kembali ke batas aman. Proses penataan ulang lingkungan Kota Aurora berdasarkan ekspektasi kolektif berjalan 85%."

Adrian menyandarkan punggungnya di kursi, mengembuskan napas yang sempat ditahannya. Menjadi arsitek utama dari dunia ini adalah pekerjaan yang melelahkan secara mental. Ia tidak hanya harus memastikan kode-kode programnya berjalan tanpa bug, tetapi ia juga harus menjadi penanggung jawab atas kewarasan lima belas jiwa yang kini berada di bawah kendalinya.

"Kamu terlalu memaksakan diri, Adrian," cetus Maya sambil menyodorkan secangkir kopi hangat yang baru diambilnya dari sudut ruangan. "Kamu belum tidur dengan layak sejak presentasi di kementerian kemarin."

"Terima kasih, Maya," Adrian menerima cangkir itu, merasakan kehangatan menjalar ke telapak tangannya. "Aku tidak bisa tidur sebelum melihat mereka semua mendarat dengan selamat di Kota Aurora. Uji coba ini adalah segalanya bagi masa depan metode terapi ini."

"Aku tahu. Tapi ingat, kamu juga manusia. Jika arsitek sistemnya kolaps karena kelelahan, siapa yang akan mengawasi AURA jika terjadi anomali?" Maya mengingatkan dengan tegas namun penuh perhatian.

Lihat selengkapnya