Promise For You

Fataya
Chapter #5

Part 5

“Van!” Celline memanggil Rivan yang sudah lama menunggunya di ruang tamu.

Rivan langsung berdiri menghampiri Celline dan merasa takjub dengan penampilan Celline malam itu. Rivan tidak menyangka kalau Celline bisa secantik ini. Dengan make up tipis dari Ranty sudah mengubah Celline sulit dikenali. Apalagi Celline tidak mengenakan kacamatanya untuk kali ini, itu membuat penampilannya semakin sempurna.

“Lin, ini beneran lo?” tanya Rivan tidak percaya.

Celline hanya mengangguk, “tumben nggak pake kacamata?” ejek Rivan.

“Khusus malam ini, gue bakal jadi pacar lo dan bukan sahabat lo. Ya kali gue malu-maluin pacar gue. Apalagi di depan mantan, ya nggak kak Ranty?” Celline bertanya pada Ranty.

“Iya dong. Masa mantan aja bisa buat lo segelisah itu, lo pikir Celline nggak bisa apa lebih cantik dari Nadira, lihat aja nih buktinya, Nadira pasti kalah jauh dari Celline dan pastinya Nadira juga nggak bakalan bisa ngenalin Celline,” jelas Ranty.

“Iya sih, kak,” Rivan hanya bisa menyengir.

“Oh iya satu lagi, Van. Lo jangan panggil nama Celline disana ya, entar ketahuan lagi kalo lo nggak bawa pacar,” pinta Ranty.

Rivan setuju dengan apa yang diutarakan kakaknya, jika Rivan memanggil nama Celline di acara itu sudah pasti Nadira akan mengenalinya, jadi mereka harus mencari nama yang lain untuk Celline.

“Tamara aja, bisa dipanggil Ara. Lebih cute kan,” celetuk Celline.

Rivan menggangguk-angguk, “boleh juga sih. Ya sudah, Ara sayang ayo kita berangkat,” ajak Rivan.

“Baru juga dapat pacar baru, udah sayang-sayang aja manggilnya,” ejek Ranty.

Celline menatap tajam Rivan setelah mendengar ucapan Ranty, Rivan segera meminta maaf dan mengajak Celline pergi ke acara tersebut. Setelah berpamitan dengan Ranty, Rivan dan Celline melaju dengan kecepatan sedang untuk sampai di rumah Nadira. Perjalanan yang memakan waktu sekitar lima belas menit itu akhirnya berhasil ditempuh oleh keduanya. Setelah memarkirkan mobil, Rivan segera turun dan membukakan pintu untuk Celline. Setelah itu keduanya masuk kedalam dan berjalan menuju taman sebagai pusat acara.

“Ra, gue harap lo bisa semaksimal mungkin ya untuk malam ini. Gue cuma bisa berharap sama lo," pinta Rivan.

“Tenang aja kali, Van. Gue bisa kok buat Nadira terdiam untuk malam ini,” jawab celline dengan PDnya.

Rivan sengaja menggandeng tangan Celline saat tiba di taman. Matanya menyusuri tiap sudut yang ada, namun tidak melihat Nadira.

“Nyariin gue?” tanya seseorang yang muncul dari belakang Rivan.

Lihat selengkapnya