Promise For You

Fataya
Chapter #8

Part 8

Celline menunggu kedatangan Ranty dengan sepupunya. Ditemani oleh buku yang sengaja ia bawa dari rumah agar tidak bosan jika harus menunggu lama. Tak lama dari itu Ranty terlihat memasuki cafe dengan seorang laki-laki di sebelahnya. Celline merasa orang itu tak asing baginya, setelah semakin dekat Celline berhasil mengenali orang yang bersama Ranty.

“Hei, sorry ya kakak telat. Tadi lumayan macet di jalan. Oh iya, kenalin ini Dio sepupu kakak,” Ranty menarik kursi lalu duduk.

“Odi? iya lo Odi kan?”

“Odi?” Dio merasa heran.

Lalu Celline melepas kaca matanya, “ini gue Celline, masa lo lupa sih.”

Dio berusaha mengingat Celline, “Celline? gila lo beda banget sampe gue ga ngenalin. Gimana kabar om tante?” Dio duduk di sebelah Celline.

Ranty yang melihat Dio dan Celline langsung akrab merasa heran.

“Kalian udah saling kenal?”

“Udah dong kak, Dio ini pacarnya Olin kembaran aku. Ya masa ga kenal sih.”

“Iya, Ran. Dulu itu sering banget main sama Celline-Olin ini. Bahkan cuma mereka yang panggil aku Odi karna itu panggilan khusus dari mereka gitu,” tambah Dio.

Ranty hanya bisa tersenyum malu ketika sepupu yang ia kenalkan ternyata sahabat Celline. Mereka langsung memesan makanan dan mengobrol. Ranty hanya diam mendengan obrolan Celline dan Dio yang sangat asik, bahkan hampir tidak pernah ia dengarkan saat melihat Celline Bersama Rivan.

“Oh iya, Ran. Jadi cewek yang lo maksud itu si Celline?”

Ranty hanya mengangguk sembali memasukkan sesendok nasi ke mulutnya.

“Kalo Celline gue setuju-setuju aja, asalkan dia juga izin sama Olin buat ngejalanin rencana ini.”

“Oh iya, kak. Sebenernya aku belum punya skenario bagus sih buat ngasih pelajaran ke Rivan itu gimana. Tapi setelah aku tau kalo pacar pura-pura aku itu si Odi, aku jadi kepikiran mau ngasih surprise deh bulan depan ke Rivan. Tepat di hari ulang tahunku,” kelas Celline.

Celline juga menceritakan kalo dia mengundang Nadira dan Robi. Yang pastinya ini akan jadi kejutan hebat untuk Rivan dan Celline juga menceritakan kecurigaannya tentang Rico kepada Dio, karna Dio pun tau sifat Rico bagaimana, sehingga ia setuju dengan rencana yang dibuat oleh Celline.

“Oh iya, kayaknya aku nggak bisa lama-lama nih, masih ada janji juga sama dosen. Aku tinggal dulu ngak papa ya,” ucap Ranty.

“Oya, kak. Ga papa kok.”

“Iya, Ran. Nanti biar gue yang nganter Celline pulang juga bisa, lagian gua hari ini free kok,” tambah Dio.

Ranty mengemasi barang bawaannya lalu pergi meninggalkan Celline dan Dio yang masih temu kangen.

Dio menceritakan banyak hal tentang hubungannya dengan Olin. Meskipun saat ini mereka LDRan, tapi Dio selalu memberi kabar kepada Olin. Bahkan Olin sendiri sering ke kota untuk menemuinya. Namun Olin tidak menceritakan jika Celline berada di kota yang sama dengannya. Namun melalui sepupu Dio, akhirnya Dio bisa bertemu Celline meskipun dengan cara yang tak terduga.

Dio dan Celline terlalu asik mengobrol sehingga hampir lupa dengan waktu. Hari semakin sore, Dio mengantarkan Celline pulang. Sesampainya di rumah Celline, ia melihat motor Rivan berada di teras rumahnya. Celline segera turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah diikuti oleh Dio.

Lihat selengkapnya