Protokol Cinta -Season 1-

Dwitia Yanuanti
Chapter #2

Bab 2 : Ajeng Kirana


Masih di hari yang sama. Di sebuah ruang satgas[1] yang tersembunyi dari gemerlap istana, suasana terasa berbeda—lebih sunyi, lebih fungsional.

Lampu neon menyala dingin. Dinding dipenuhi papan taktis, peta pengamanan, dan layar yang menampilkan jalur pergerakan presiden.

Seorang perwira polisi wanita masuk ke dalam ruangan itu lalu berdiri di depan cermin logam.

Gerakannya presisi. Ia melepaskan jas seragam pasukan pengamanan presiden-nya dan menggantinya dengan jas seragam lapangan. Tangannya menyesuaikan tanda pangkat di bahu.

Memastikan name tag terpasang lurus.

Satu per satu atribut dikenakan—tanpa ragu, tanpa terburu-buru. Terakhir, ia mengambil pistol dari meja.

Memeriksanya sekilas. Lalu memasukkannya ke dalam holster[2] di kopel[3] dinas yang sudah melekat di pinggangnya. Klik. Bunyi itu kecil, tapi final.

Di cermin, tampak wajah cantik dengan tatapan tajam—Inspektur Ajeng Kirana, 26 tahun. Rambutnya tertata rapi. Rahangnya tegas. Tidak ada rias berlebihan. Tidak ada ekspresi yang perlu ditampilkan untuk siapa pun. Hanya kesiapan.

Lihat selengkapnya