Protokol Cinta -Season 1-

Dwitia Yanuanti
Chapter #12

Bab 12 : Arkana Mulai Berubah


Sejak insiden penyerangan terhadap Ibu Negara, Arkana mulai terlibat lebih sering dalam rapat-rapat teknis pengamanan kunjungan Ibu Negara—atas permintaan langsung pihak protokol dan intelijen.

Keahliannya membaca pola, menganalisis ruang, dan memetakan kemungkinan risiko membuatnya kerap duduk berhadapan dengan Ajeng.

Di meja rapat, mereka sejajar. Tanpa basa-basi. Tanpa emosi berlebih.

Ajeng selalu datang dengan map tebal, catatan tangan rapi, dan tatapan fokus yang nyaris tak pernah melayang.

Arkana memperhatikan caranya menunjuk denah, menandai titik buta kamera, menghitung jarak evakuasi hanya dengan lirikan cepat.

“Koridor ini terlalu sempit,” kata Ajeng suatu kali. “Jika ada kepanikan, bottleneck terjadi di sini.”

Arkana mencondongkan tubuh. “Setuju. Tapi kalau pelaku ingin dampak maksimal, dia tidak memilih lorong. Dia akan memilih ruang dengan resonansi.”

Lihat selengkapnya