Protokol Cinta -Season 1-

Dwitia Yanuanti
Chapter #16

Bab 16: Ajeng Dinas Keluar Negeri


Beberapa hari kemudian. Pagi di rumah sakit terasa terlalu terang. Cahaya matahari masuk melalui jendela besar, jatuh di lantai yang mengilap.

Arkana sudah mengenakan pakaiannya sendiri—kemeja sederhana, jaket tipis. Perbannya masih ada, tapi tubuhnya sudah diizinkan pulang.

Ia sedang merapikan tas kecil di kursi ketika sebuah kehadiran membuatnya berhenti bergerak.

Di ambang pintu. Ajeng. Ia berdiri tegap dengan seragam lengkap—rapi, presisi, nyaris tak tersentuh waktu. Garis bahunya tegas, sepatu dinasnya bersih. Kontras dengan wajahnya yang tetap sama: tenang, cantik dengan cara yang tidak meminta perhatian. Wajah yang, tanpa Arkana sadari, ia rindukan.

“Ajeng?” panggilnya pelan. Senyum tipis mengambang di wajah Arkana. Bukan senyum besar. Hanya lengkungan kecil yang muncul begitu saja—refleks—karena melihatnya lagi setelah beberapa hari yang terasa terlalu panjang.

Ajeng melangkah satu langkah masuk—tidak mendekat, tidak juga menjauh. “Saya dengar kamu sudah mau pulang,” katanya datar.

Arkana mengangguk. “Iya.” Ada jeda. 

Ajeng mengangguk balik, bibirnya membentuk senyum tipis yang hampir formal. “Syukurlah.” Ia melirik jam tangannya. “Saya tugas dulu.”

Kalimat itu sederhana. Penutup. Batas. Ajeng berbalik.

“Ajeng,” Arkana memanggil cepat. “Tunggu.”

Langkah Ajeng terhenti. Ia berbalik setengah badan, menatap Arkana.

“Tugas ke mana?” tanya Arkana.

Lihat selengkapnya