Protokol Cinta -Season 1-

Dwitia Yanuanti
Chapter #21

Bab 21 : Malam Panjang dan Secangkir Kopi


Ruang kontrol Istana Negara Aurelia malam itu dipenuhi cahaya monitor dan dengung mesin server yang konstan.

Di layar utama, peta digital ballroom gala diplomatik tampil lengkap dengan titik kamera, jalur evakuasi, dan posisi personel pengamanan.

Beberapa jam lagi, Ibu Negara Larasati akan menghadiri gala diplomatik bersama empat Ibu Negara dari negara-negara sahabat kawasan Aurelia. Acara itu sensitif. Diplomatik. Risiko tinggi.

Komandan pasukan pengamanan presiden berdiri di depan layar sambil menjelaskan pembagian sektor pengamanan terakhir.

“Area ballroom steril mulai pukul delapan belas nol nol,” katanya tegas. “Tidak ada akses tanpa verifikasi ganda.”

Ajeng duduk di sisi meja panjang sambil mencatat singkat di tabletnya.

Arkana berada di sebelah layar sistem utama, memeriksa data monitoring dengan fokus penuh.

Dan tepat saat briefing hampir selesai—

BIP.

Suara alarm kecil berbunyi.

Tidak keras. Tapi cukup membuat seluruh ruangan langsung diam.

Arkana mengangkat kepala cepat. Jemarinya langsung bergerak di keyboard.

“Sensor mana?” tanya Komandan.

“Sektor timur,” jawab Arkana cepat. “Ada delay respons kamera.”

Layar utama berubah. Beberapa titik CCTV berkedip merah.

Ajeng langsung berdiri.

Bug[1]?” tanyanya.

Arkana menatap data beberapa detik lebih lama.

“Belum tahu.”

Beberapa akses pintu digital tiba-tiba berubah manual. Salah satu kamera mati selama tiga detik sebelum kembali hidup.

Tiga detik.

Terlalu singkat untuk disebut kegagalan sistem biasa.

Namun terlalu presisi untuk diabaikan.

Komandan pasukan pengamanan presiden menatap layar dengan rahang mengeras.

“Kita jaga informasi tetap terbatas,” katanya akhirnya. “Jangan sampai tamu asing tahu ada gangguan.”

Ia menoleh ke Ajeng dan Arkana.

“Kalian berdua tangani.”

Ajeng mengangguk singkat.

“Siap.”

Situasi langsung berubah lebih senyap.

Personel dibatasi. Akses informasi dikunci. Sebagian besar tim dialihkan agar tidak menimbulkan kepanikan menjelang gala.

Ajeng bergerak patroli antar-sektor istana. Sementara Arkana tetap di ruang kontrol, memulihkan sistem satu per satu.

Jam bergeser lewat tengah malam.

Lihat selengkapnya