Protokol Cinta -Season 1-

Dwitia Yanuanti
Chapter #25

Bab 25 : Menjelang Akhir Masa Jabatan Presiden


Ruang rapat keamanan di kompleks Istana Negara terasa lebih padat dari biasanya.

Peta wilayah terpampang besar di layar utama—garis perbatasan ditandai merah, beberapa titik disorot dengan warna kuning dan oranye.

Negeri Basilia. Wilayah itu pernah menjadi bagian dari Negeri Aurelia. Kini, ia berdiri sebagai daerah rawan konflik, dengan sejarah yang belum benar-benar selesai.

Arkana duduk di salah satu sisi meja panjang, tablet dan laptop terbuka di depannya.

Di sekelilingnya, para pejabat tinggi, perwira militer, pimpinan intelijen, dan unsur pengamanan presiden menyimak dengan wajah serius.

Ajeng tidak ada. Ia sedang mengawal Presiden dan Ibu Negara dalam lawatan luar negeri.

“Agenda ini sensitif,” kata pimpinan rapat membuka pembahasan. “Kunjungan Presiden dan Ibu Negara ke wilayah perbatasan ini bersifat simbolik, tapi risikonya tinggi.”

Lihat selengkapnya