Protokol Cinta -Season 1-

Dwitia Yanuanti
Chapter #30

Bab 30 : Pengakuan Arkana


Koridor rumah sangat sepi. Langkah Arkana terdengar lebih cepat dari biasanya.

Wajahnya terkendali—tapi rahangnya tegang. Ia membuka pintu kamar, masuk, lalu menutupnya agak terlalu keras.

Ia bersandar sesaat. Menghembuskan napas. Satu. Lalu mulai merapikan manset, seperti orang yang ingin segera pergi—atau kabur.

Ketukan pelan terdengar. Tok. Tok.

Arkana menutup mata sebentar. Ia langsung bisa menebak ibunya. “Iya, Bu.”

Pintu terbuka.

Larasati masuk dengan ekspresi santai—terlalu santai untuk seseorang yang baru saja memimpin sidang tidak resmi di meja makan.

“Kamu cepat sekali kaburnya,” kata Larasati sambil menutup pintu.

“Ibu belum sempat nambah gosip.”

Arkana menarik sudut bibirnya sedikit. “Haha. Lucu, Bu.”

Nada suaranya datar. Tidak lucu sama sekali.

Larasati duduk di tepi kursi. Menatap anaknya yang masih berdiri, masih bersiap pergi.

“Kamu belum jawab pertanyaan Ibu.”

Arkana berhenti mengancingkan jam tangannya. Ia tahu pertanyaan yang mana.

“Bu…” kata Arkana pelan, “itu makan malam keluarga.”

Larasati mengangguk. “Justru itu.”

Hening sebentar.

Larasati mencondongkan badan. “Arti Ajeng buat kamu itu… apa?”

Arkana terkekeh kecil—tawa defensif yang cepat mati. “Bu, serius… ini interogasi lanjutan?”

Lihat selengkapnya