Protokol Cinta -Season 1-

Dwitia Yanuanti
Chapter #34

Bab 34 : Dan Akhirnya. . . ..


Beberapa hari kemudian.

Angin malam berembus pelan di rooftop sebuah mal. Lampu-lampu kota membentang di bawah mereka—berkilau, hidup, jauh dari protokol dan garis pengamanan.

Suara kendaraan terdengar seperti dengung lembut, tidak lagi mengancam, hanya menjadi latar.

Arkana dan Ajeng berdiri di tepi pembatas. Pakaian mereka kasual. Tidak ada seragam. Tidak ada jas resmi. Tidak ada tanda pangkat. Hanya dua orang yang berdiri agak berjarak—cukup dekat untuk berbagi pemandangan, cukup jauh untuk masih saling menimbang.

“Baru sekarang,” kata Arkana pelan, “lihat pemandangan ini dari sudut yang beda.”

Ajeng mengangguk kecil. “Iya… dulu kita kadang ketemu di rooftop Istana. Cuma buat cari udara segar sebentar. Lepas penat kerjaan.”

Arkana terdiam. Matanya tetap menatap kota, tapi pikirannya tidak lagi di sana.

“Bedanya…” lanjutnya pelan, “dulu di Istana, jarak di antara kita rasanya sangat jauh.”

Ajeng menoleh. “Memang sekarang,” tanyanya tenang, “jaraknya seperti apa?”

Arkana menghela napas kecil. Lalu memutar tubuhnya menghadap Ajeng.

Lihat selengkapnya