PROTOKOL NUSANTARA

Prasetya
Chapter #3

BAB 3 — PUSAT RISET YANG DIHAPUS DARI PETA

PROTOKOL NUSANTARA

 

BAB 3 — PUSAT RISET YANG DIHAPUS DARI PETA

 

Kota itu tidak pernah benar-benar tidur.

 

Meski matahari mulai condong ke barat, jalan-jalan kecil masih dipenuhi sepeda motor, truk pengangkut hasil hutan, dan pedagang yang menggelar dagangan di bawah terpal. Asap dari warung makan bercampur dengan udara lembap, sementara suara azan dari sebuah masjid tua terdengar menembus kebisingan lalu lintas.

 

Bagi orang-orang yang tinggal di sana, hari itu hanyalah hari biasa.

 

Mereka tidak mengetahui bahwa beberapa kilometer dari pusat kota, sebuah fasilitas penelitian yang secara resmi telah ditutup selama sebelas tahun masih menyimpan rahasia yang dapat mengubah nasib jutaan manusia.

 

Arga Wiratama berdiri di bawah atap sebuah bengkel tua, memperhatikan kendaraan yang melintas.

 

Ia telah mengganti pakaian luarnya dengan jaket kusam yang dibelinya dari sebuah kios. NARA mengenakan kemeja panjang dan topi hitam. Rambutnya diikat sederhana, sementara bagian lengan yang menyimpan struktur mekanis ditutupi kain.

 

Penyamaran itu tidak sempurna.

 

Namun, mereka tidak memiliki banyak pilihan.

 

“Kita harus berpisah,” kata Arga.

 

NARA menoleh. “Alasannya?”

 

“Kalau mereka mengawasi kita, dua orang yang berjalan bersama akan lebih mudah dikenali.”

 

“Jika kita berpisah, kemungkinan aku ditangkap meningkat.”

 

“Berapa persen?”

 

“Enam puluh empat persen.”

 

Arga mengangguk. “Lebih baik daripada delapan puluh sembilan.”

 

“Perhitungan itu tidak memperhitungkan kemungkinan bahwa kau ditangkap terlebih dahulu.”

 

“Jangan membuatku menyesali keputusan ini.”

 

“Aku hanya menyampaikan data.”

 

Lihat selengkapnya