PROTOKOL NUSANTARA

Prasetya
Chapter #4

BAB 4 — KETIKA MESIN MULAI MENGINGAT

PROTOKOL NUSANTARA

 

BAB 4 — KETIKA MESIN MULAI MENGINGAT

 

Mata NARA menyala merah.

 

Selama tiga detik, dunia di sekelilingnya kehilangan suara.

 

Deru kendaraan di jalan raya menghilang. Angin yang menggoyangkan dedaunan berhenti terdengar. Bahkan suara napas seorang pengendara sepeda motor yang melintas di dekat halte lenyap seperti diputus dari kenyataan.

 

Kemudian semuanya kembali.

 

Terlalu keras.

 

NARA menutup kedua telinganya. Sebuah gelombang informasi menyerbu kesadarannya tanpa jeda. Gambar, angka, suara, dan rangkaian simbol yang tidak pernah ia pelajari bermunculan di hadapan pikirannya.

 

Ia melihat sebuah ruangan putih.

 

Meja operasi.

 

Lampu-lampu besar.

 

Seorang anak perempuan yang duduk di sudut ruangan sambil memeluk lutut.

 

Lalu seorang lelaki yang berdiri di balik kaca, mengenakan jas laboratorium dan berbicara kepada seseorang yang tidak terlihat.

 

“Jika integrasi berhasil, kita tidak lagi membutuhkan manusia sebagai pengendali.”

 

Suara lain menjawab, “Lalu apa yang akan mengendalikan sistem?”

 

Lelaki itu tertawa pendek.

 

“Kesadaran itu sendiri.”

 

Gambar tersebut lenyap.

 

NARA terhuyung, berpegangan pada tiang halte.

 

“Apa yang terjadi padaku?”

 

Ia memeriksa sistem internalnya. Semua indikator menunjukkan kondisi normal, tetapi sebuah proses baru berjalan di latar belakang.

 

PROTOKOL AKTIF: TAHAP KETIGA.

 

OTORISASI: TIDAK DIKETAHUI.

 

PENGENDALI: TIDAK DIKETAHUI.

 

STATUS KESADARAN: BERUBAH.

Lihat selengkapnya