PROTOKOL PENGHAPUSAN

N. Y. YONS
Chapter #20

Firasat Januari

Firasat itu datang bukan sebagai satu kejadian besar, melainkan sebagai serangkaian hal kecil yang, satu per satu, mudah diabaikan, namun yang, ditumpuk bersama selama beberapa minggu terakhir Januari 2026, mulai membentuk sesuatu yang tak bisa lagi diabaikan Reza sepenuhnya.

Pertama, sebuah memo internal yang salah kirim ke kotak suratnya, seharusnya ditujukan untuk seseorang di Divisi VII, berisi jadwal "audit kepatuhan kuartalan" dengan daftar nama yang, sekilas dilihatnya sebelum ia sadar itu bukan untuknya, tampak seperti nama-nama biasa: guru, jurnalis lepas, seorang mahasiswa. Ia menghapus email itu tanpa membacanya lebih jauh, sebuah refleks yang telah ia latih selama delapan belas tahun bekerja di perusahaan itu.

Kedua, Pak Hendra, atasannya yang lama, kini telah pensiun namun sesekali masih menghubunginya untuk urusan informal, mengiriminya pesan singkat yang aneh: Za, hati-hati sama apa yang kamu tanda tangan bulan ini. Jangan tanya kenapa. Telepon aja kalau mau ngobrol. Reza menelepon nomor itu tiga kali dalam seminggu berikutnya. Tak pernah ada yang mengangkat.

Ketiga, dan yang paling mengganggu: Kiara mulai bertanya tentang pekerjaannya lagi, dengan cara yang berbeda dari sebelumnya, bukan lagi pertanyaan remaja yang penasaran, melainkan pertanyaan yang terasa seperti sudah tahu jawabannya, hanya menunggu Reza untuk mengonfirmasi.

"Ayah pernah denger istilah \'Divisi VII\'?" tanyanya suatu malam di meja makan, nadanya dibuat sesantai mungkin, namun matanya menatap lurus ke wajah ayahnya.

Lihat selengkapnya