PSITHURISM

Oleh: SANE.

Blurb

Pengabdian di tanah yang terlalu subur tak hanya menumbuhkan panen, ia juga menumbuhkan rasa yang tak diundang namun tak bisa diabaikan.

Dalam program KKN yang seharusnya sederhana, Raksa datang dengan niat mengabdi dan pulang dengan cukup. Namun ada satu hal yang diam-diam ia bawa selama bertahun-tahun, sebuah suara. Lembut. Hangat. Mengendap di kepalanya seperti bisik angin di sela dedaunan. Ia jatuh hati pada sesuatu yang tak pernah ia lihat, hanya ia dengar, hanya ia rasakan.

Hingga tanah itu mempertemukannya dengan pemilik suara tersebut.

Muara.

Di tengah hari-hari pengabdian, rasa yang tumbuh perlahan menjadi semakin rumit. Karena Muara tidak sendiri. Ada Gladiola, sahabat yang selalu ada di sisinya, yang secara terang-terangan menyimpan rasa pada Raksa. Ia tidak bersembunyi, tidak menahan, dan tidak ragu untuk menunjukkan perasaannya. Kehadirannya menjadi sesuatu yang nyata, kontras dengan perasaan-perasaan lain yang dipilih untuk tetap diam.

Di antara ladang yang terus hidup, tiga hati justru belajar ragu, tentang memilih, tentang kehilangan, dan tentang seberapa jauh mereka berani menghadapi perasaan yang tidak lagi bisa disembunyikan.

Karena tidak semua yang tumbuh ditakdirkan untuk dimiliki, dan tidak semua yang diucapkan berarti akan terbalas.

Lihat selengkapnya