PULANG

Raihan Langit
Chapter #26

Bab 25 : Nyai Sari

Aku tidak tidur sampai pagi.

Bukan karena suara langkah kaki.

Bukan karena tulisan yang muncul di foto.

Dan bukan pula karena kemungkinan ada seseorang berjalan dari mess menuju rumah Amang Julak.

Aku tidak tidur karena satu pertanyaan.

Siapa perempuan itu?

Pagi-pagi sekali aku langsung menuju rumah Amang Julak.

Mas Tri masih tidur.

Aku tidak tega membangunkannya.

Lagipula, kalau kubangunkan, pertanyaan pertamanya mungkin:

"Ada makanan?"

Aku mengetuk pintu.

Tok.

Tok.

Tidak ada jawaban.

Aku mengetuk lagi.

"Amang?"

Tidak ada.

Kemudian pintu terbuka.

Acil Ratna berdiri di sana.

Dia menatapku.

"Kau sudah tahu?"

Aku mengerutkan dahi.

"Tahu apa?"

Dia tidak menjawab.

Aku langsung merasa ada sesuatu yang tidak beres.

"Cil."

"Iya?"

"Semalam ada suara."

Dia diam.

"Suara perempuan."

Tidak ada reaksi.

"Dia bilang dia yang membawa saya pulang."

Acil Ratna menatapku cukup lama.

Kemudian berkata,

"Masuklah."

Aku masuk.

Amang Julak tidak ada.

Hanya kami berdua.

Acil Ratna membuatkan kopi.

Aku duduk.

"Amang ke mana?"

"Ke hulu."

"Sendiri?"

"Iya."

Aku mengangguk.

Kemudian menatap Acil Ratna.

"Cil."

"Hm?"

"Siapa perempuan dalam foto itu?"

Tangannya berhenti.

Aku menunggu.

Akhirnya dia berkata,

"Namanya Sari."

Aku membeku.

"Nyi Sari?"

Acil Ratna mengangguk.

Aku menatapnya.

"Jadi selama ini..."

"Iya."

Aku berdiri.

"Perempuan yang sering saya lihat dari kejauhan..."

"Iya."

"Dia yang ada di foto?"

"Iya."

Aku berjalan mondar-mandir.

"Nyi Sari yang sekarang masih ada di desa ini?"

Acil Ratna mengangguk.

Aku memegang kepala.

"Kenapa dia tidak pernah bicara kepada saya?"

Acil Ratna tersenyum tipis.

"Mungkin karena dia takut."

"Takut kepada saya?"

"Bukan."

"Terus?"

Acil Ratna menatapku.

"Takut kalau kau mengingatnya."

Aku terdiam.

"Kenapa?"

Acil Ratna menghela napas.

"Karena Nyi Sari bukan orang yang seharusnya kau kenal."

Aku mengerutkan dahi.

"Kenapa?"

Lihat selengkapnya