PULANG

Raihan Langit
Chapter #36

Bab 35 : Ayah

Lampu masih padam. Namun suasana berubah tenang. Hanya hawa dingin yang semakin menusuk. Aku merasa mengantuk.

Aku meraba-raba tombol lampu darurat lalu menekannya. Lampu menyala temaram. Sepertinya, baterainya akan habis karena aku lupa mengisinya.

Kulihat Mas Tri menguap lebar. Rona ketakutan di wajahnya menghilang. Anehnya, aku juga merasa tenang. Tidak ada rasa takut, padahal kami baru saja mengalami teror yang seakan semakin memuncak.

Panggilan, bisikan, pintu yang terbuka sendiri, lampu yang padam, dan terutama bisikan seorang lelaki di telingaku.

Semua itu seakan menghilang begitu saja.

Tanpa berkata apa pun, Mas Tri langsung pergi tidur. Ia sempat menatapku cukup lama, seperti ada yang ingin dikatakannya. Namun tampaknya rasa kantuk sudah menguasainya. Aku pun begitu, perlahan aku merebahkan tubuhku yang lelah di kasur tipis kamarku. Perlahan mataku terpejam. Dunia menjadi sepi.

***

Aku terbangun pukul tiga pagi, tidak ada gangguan apa pun. Kegelapan masih nampak pekat, namun aku justru merasa sangat tenang.

Aku keluar dari kamar. Kulihat bulan menggantung begitu rendah. Kabut perlahan turun dari arah sungai. Aku duduk sendirian di teras mess yang gelap.

Kemudian aku kembali mendengar suara itu.

"Panji..."

Aku mengenalnya suara itu. Suara lelaki yang selama ini datang dalam mimpiku. Aku menoleh, namun tidak ada siapa-siapa.

"Siapa?" Tanyaku pada keheningan.

Lihat selengkapnya