PULANG

Raihan Langit
Chapter #37

Bab 36 : Pulang

Pagi datang kembali.

Mas Tri bangun seperti biasa. Dia keluar kamar dan memanggil.

"Panji?"

Tidak ada jawaban. Dia membuka pintu kamar Panji.

Kamar itu kosong. Tempat tidur nampak rapi. Sepatu masih ada. Seragam kerja masih tergantung.

Mas Tri mulai panik. Dia berlari ke rumah Amang Julak.

"Amang Julak!"

Amang Julak membuka pintu.

"Ada apa?"

"Panji hilang." Mas Tri nampak gugup.

Wajah Amang langsung berubah.

"Sejak kapan?" Tanyanya.

"Saya tidak tahu." Jawab Mas Tri.

Acil Ratna ikut keluar.

"Dia ke mana?"

Mas Tri menggeleng. "Entahlah." Katanya, lalu menambahkan, "Kamarnya kosong, padahal tadi malam saya masih dengannya sebelum pergi tidur."

Panik, mereka mencari ke penjuru desa. Ke hutan, ke rumah tua, namun mereka tidak menemukan Panji.

Sampai akhirnya... seorang warga berteriak dari arah sungai.

"AMANG!"

Mereka berlari. Mas Tri paling depan. Ketika sampai di tepian sungai... langkahnya berhenti.

Mas Tri seolah membeku.

Amang Julak datang beberapa detik kemudian. Acil Ratna segera menyusul.

Tidak ada seorang pun yang mampu berbicara.

Di tepian sungai... terbaring seorang lelaki muda.

Tubuhnya dingin. Tidak ada luka, tidak ada darah, seolah-olah dia hanya sedang tidur.

Mas Tri perlahan berlutut.

"Panji." Bisiknya gemetar. Dia menyentuh lengan Panji.

Lengan itu dingin.

Lihat selengkapnya