Pulang Itu Kamu

Bias Divhanka
Chapter #20

Di Antara Dua Hati ( Bagian 1 )

Di sebuah kafe kecil yang tenang, Nadira duduk sendirian di sudut, kedua tangannya melingkupi secangkir kopi hangat. Uapnya mengepul pelan, tetapi pikirannya tetap terasa dingin.

Tak lama, dua sahabatnya, Rania dan Lisa, muncul dan langsung duduk di seberangnya. Tatapan mereka dipenuhi kekhawatiran.

“Nad, kamu baik-baik saja? Kami dengar tentang pertemuanmu dengan Dirga,” tanya Rania, suaranya hati-hati.

“Iya, apa yang terjadi? Kamu kelihatan... bingung,” tambah Lisa, mengamati ekspresi Nadira.

Nadira menghela napas, berusaha menata pikirannya. Semua yang ia dengar saat itu masih berputar di kepalanya.

“Aku baru saja tahu kebenaran tentang Dirga,” katanya akhirnya. “ternyata, dia tidak dijodohkan seperti katanya saat meninggalkanku. Waktu itu... dia didiagnosis memiliki tumor di otaknya.”

Mata Rania dan Lisa membelalak.

“Apa?” suara Lisa hampir berbisik.

Sesaat sunyi, menyisakan hening dalam ruang, hanya terdengar suara hembusan napas dan deru kendaraan yang melintas di kejauhan. Udara sore yang sedikit mendung menambah rasa sesak di dada Nadira. Ia duduk dalam kafe itu dengan hati yang terus gelisah. Sedangkan Rania dan Lisa terus menatapnya dengan tatap penuh dilema.

Nadira menatap kosong ke dalam cangkir berisi cokelat panas yang kini mulai mendingin, sebelum pada akhirnya ia kembali melanjutkan cerita. “Dia pergi bukan karena ingin meninggalkanku...” ucapnya pelan, nyaris seperti gumaman. “dia pergi... karena ingin melindungiku dari kehilangan lagi, setelah kepergian Mama.”

Suara Nadira yang bergetar membuat Rania dan Lisa saling melirik. Keduanya tak ingin menyela. Mereka tahu, ini bukan momen untuk menasihati, melainkan mendengar.

“Tapi ternyata,” Nadira melanjutkan lagi, mencoba menahan emosi yang menggenang di matanya, “diagnosa itu salah. Ada kesalahan dari pihak rumah sakit, hasilnya tertukar dengan pasien lain. Dirga baik-baik saja. Dia tidak memiliki riwayat tumor di otaknya.”

Lihat selengkapnya