Pulang ke Pelukan Rumah

Oleh: Amrullah Ibrahim

Blurb

Blurb Novel: "Pulang ke Pelukan Rumah"

Di sebuah sudut kota yang tenang, berdirilah sebuah rumah tua berlantai dua yang selalu tampak hangat dari luar. Di dalamnya, tinggal keluarga besar Arkan dan Samaira bersama tiga anak kandung mereka, tiga orang keponakan yang yatim piatu atau merantau, serta Bi Turi. Rumah itu tidak pernah sepi; selalu ada suara denting sendok di meja makan, perdebatan kecil soal saluran televisi, atau suara tangis dan tawa yang berkejaran.

Namun, kedamaian di bawah atap itu tidak datang secara instan.

Dita, si sulung, selama ini menyembunyikan rasa lelahnya menanggung ekspektasi dunia luar di balik senyum sempurnanya. Arman dan Fajar, dua sepupu yang membawa luka kehilangan orang tua, sempat merasa menjadi "pengunjung asing" yang takut merepotkan. Sementara Ghina, sepupu perempuan mereka, kerap menutup rapat rahasia remajanya karena takut dihakimi. Di sisi lain, si kembar Gita dan Fita serta kehadiran Bi Turi menjadi warna yang membuat rumah itu hidup, tempat di mana keluh kesah dan tindakan konyol kerap berpadu menjadi harmoni.

Konflik mulai memuncak ketika tekanan hidup eksternal—kegagalan karier Arkan, masalah finansial keluarga, dan krisis identitas yang dialami para remaja—mengancam keutuhan mental masing-masing individu. Satu per satu dari mereka mulai membawa beban luar ke dalam rumah, memicu ketegangan, salah paham, dan air mata yang tumpah di ruang tengah.

Namun, di titik terendah itulah esensi sejati rumah teruji.

Di bawah bimbingan Arkan dan Samaira, rumah ini bertransformasi menjadi manifestasi penerimaan, kenyamanan, dan ketulusan. Ruang tamu berubah menjadi tempat di mana Dita bisa melepaskan topengnya dan menangis sepuasnya tanpa merasa malu. Meja makan menjadi saksi bisu tempat Arman, Fajar, dan Ghina mencurahkan rasa takut mereka tanpa takut dihakimi.

Satu per satu, luka-luka itu disembuhkan bukan dengan ceramah atau tuntutan, melainkan dengan pelukan hangat, penerimaan apa adanya, dan tawa bersama yang memecah sepi.

"Pulang ke Pelukan Rumah" adalah kisah tentang bagaimana sebuah keluarga besar menemukan kembali arti pulang. Bahwa rumah bukanlah tempat singgah sementara, melainkan satu-satunya tempat di muka bumi di mana jiwa merasa utuh, diterima seutuhnya, dan dicintai tanpa syarat.

Lihat selengkapnya