Blurb
Di balik gemerlap dan bisingnya kota metropolitan, tersimpan sunyi yang panjang bagi Aryo. Tahun-tahun yang ia habiskan di tanah rantau demi mengejar masa depan harus dibayar mahal dengan jarak, waktu, dan rasa rindu yang kian membuncah pada Raina—perempuan yang ia tinggalkan di desa kelahirannya.
Bagi Aryo, Raina adalah rumah yang sesungguhnya. Ia merindukan tawa renyah cerianya saat bercanda, manja yang meluluhkan jiwa, hingga kesabaran perempuan itu dalam membujuknya saat merajuk dan mengasihinya di kala sedih. Di sisi lain, Raina harus bertahan dalam penantian panjang yang melelahkan, menjaga nyala kepercayaan di tengah kian derasnya keraguan.
Ketika jarak dan rindu tak lagi mampu ditahan oleh sekadar suara di ujung telepon, Aryo memutuskan untuk pulang. Membawa hati yang penuh debar, ia kembali untuk menuntaskan rindu yang tiada terkira.
Sebuah kisah manis dan mengharukan tentang arti kesetiaan, air mata penantian, dan indahnya pelukan saat pulang menuju rumah.