Reza menyalakan ponsel begitu masuk apartemen kecilnya. Cahaya layar menerangi wajahnya yang masih menyisakan sisa kelelahan setelah pertemuan dengan ibunya tadi. Ia melempar jaketnya ke sofa dan duduk di kursi dekat meja makan sekaligus meja kerjanya yang dipenuhi kertas-kertas berisi catatan, potongan berita, dan sketsa wajah-wajah yang hanya ia sendiri yang memahami maknanya.
Ia membuka aplikasi berita, jari-jarinya menggulir dengan santai, hingga sebuah judul menarik perhatiannya.
“Pejabat Senior Ditemukan Tewas di Rumahnya. Dugaan Sementara adalah Serangan Jantung”
Reza tersenyum tipis. Ia mengetuk layar dan membaca lebih lanjut. Nama yang tertera di sana bukan nama yang asing baginya. Seorang pejabat paruh baya yang ia sindir dalam pertunjukannya di beberapa malam sebelumnya. Seorang lelaki yang bertahun-tahun duduk di kursinya dengan nyaman, menikmati aliran uang haram tanpa sedikit pun merasa bersalah. Namun, kini, pria itu tidak lagi bernapas.