Punchline Terakhir

Lestyo Haryanto
Chapter #12

11

Dengan tubuh terkena hujan rintik-rintik, Reza berdiri diam di depan sebuah makam tua yang terletak di antara deretan nisan yang mulai berlumut. Batu nisannya sudah sedikit pudar, tapi nama yang terukir di sana tetap jelas terbaca:

 

WAHYU PRANOTO

1960 – 2010

 

Reza berjongkok, tangannya mengusap permukaan nisan yang dingin. Ada sesuatu yang selalu membuat dadanya sesak setiap kali ia datang ke sini. Bukan hanya kesedihan, tapi juga kemarahan yang tak pernah bisa padam.

Lihat selengkapnya