Punchline Terakhir

Lestyo Haryanto
Chapter #18

17

Suasana bar mulai sepi setelah pertunjukan stand-up Reza berakhir. Beberapa penonton masih berkumpul di meja masing-masing, membahas materi yang baru saja mereka dengar, sementara yang lain sudah mulai keluar untuk pulang. Arum tetap di tempatnya, menyesap minuman pelan, menunggu momen yang tepat.

Di sudut ruangan, Reza tengah berbincang dengan beberapa penggemarnya. Ia tampak santai, sesekali tertawa kecil saat seseorang memuji penampilannya. Arum menarik napas dalam. Jika ia ingin mendekatinya, ini saat yang paling tepat. Dengan langkah percaya diri, ia berjalan mendekat, menyelip di antara beberapa orang yang masih menunggu giliran untuk berbicara dengan Reza.

“Bang Reza, gue suka banget materi lo tadi!” kata Arum, mencoba menyusup ke dalam percakapan.

Reza menoleh, matanya mengamati Arum sejenak sebelum menyeringai. “Wah, terima kasih, Kak…?”

“Tari,” jawab Arum cepat, menggunakan nama samaran. “Gue udah nonton beberapa pertunjukan lo sebelumnya, tapi yang malam ini sih… luar biasa tajem.”

Reza tertawa kecil. “Wah, kayaknya lo suka yang agak-agak dark, ya?”

Arum mengangkat bahu, tersenyum samar. “Bukan dark sih… lebih ke realitas yang nggak semua orang berani ngomong.”

Reza mengangguk, ekspresinya tetap santai. “Nah, itu dia yang gue suka dari stand-up. Orang-orang pikir ini cuma hiburan, tapi buat gue, ini lebih dari sekadar ngebanyol. Ini tentang ngasih perspektif.”

Lihat selengkapnya