Punchline Terakhir

Lestyo Haryanto
Chapter #19

18

Reza duduk di sofa apartemennya, memandangi layar ponsel dengan mata tajam. Video pertunjukannya tadi malam sudah tersebar luas, memenuhi linimasa dan viral di mana-mana. Banyak komentar-komentar yang memuji keberaniannya menyindir kekuasaan, meskipun ada juga yang berkomentar agar Reza berhati-hati dengan materinya kali ini. Bukan pinggir jurang lagi, tapi sudah masuk ke jurangnya, begitu kata penggemarnya.

Namun, pikirannya tidak tertuju pada itu. Ada hal lain yang lebih mengganggunya. Seorang perempuan misterius yang memperkenalkan dirinya sebagai Tari.

Reza memainkan gelas kopinya, mengingat kembali percakapan mereka. Pertanyaannya terlalu tajam, terlalu spesifik, seolah-olah dia sedang menggali sesuatu. Ketukan di pintu mengalihkan perhatiannya. Dengan tenang, ia berjalan ke pintu dan membukanya.

Dika berdiri di sana, ekspresinya penuh kegelisahan. “Lo ada waktu?” Reza mengangguk, membiarkan Dika masuk. Begitu pintu tertutup, Dika langsung berbicara. “Lo sadar ada yang aneh tadi malam?”

Reza menyandarkan tubuhnya ke sofa, tersenyum tipis. “Lo ngomongin apa?”

Dika mendengus. “Cewek itu. Tari, atau siapa pun namanya.”

Reza berpura-pura berpikir. “Oh, dia? Kenapa?”

Dika mencondongkan tubuh ke depan. “Lo nggak ngerasa dia beda?”

Reza mengangkat bahu, masih memainkan ekspresi santainya. “Semua orang beda, Dik. Yang lo maksud beda itu gimana?”

Lihat selengkapnya