Punchline Terakhir

Lestyo Haryanto
Chapter #36

35

Reza duduk dalam kegelapan, hanya ditemani cahaya redup dari layar laptop yang memancarkan bayangan samar di wajahnya. Wajahnya tampak lelah, tetapi pikirannya tetap tajam. Kegagalan kali ini bukan hanya sekadar kehilangan satu target. Ini adalah ancaman bagi seluruh rencana yang telah ia susun selama bertahun-tahun.

Ia menatap peta digital yang terpampang di layar, menampilkan pergerakan terakhir Adrian Surya sebelum pembunuhan tadi. Jika ada pihak lain yang juga mengincarnya, itu berarti ia harus mengubah strategi. Ini bukan lagi tentang balas dendam semata. Ini tentang memastikan kebenaran terungkap.

Reza menarik napas dalam dan mengetik beberapa kata di laptopnya. Sebuah file terenkripsi telah ia siapkan sejak lama. Sebuah file berisi bukti-bukti tentang korupsi, konspirasi, dan semua kejahatan yang telah dilakukan oleh orang-orang di daftar hitamnya. Jika ia gagal menyelesaikan misinya, setidaknya file ini harus sampai ke tangan yang tepat. Sebuah suara memberhentikan jemarinya.

“Lo beneran mau nerusin ini?”

Reza menoleh ke arah Dika yang berdiri di ambang pintu, wajahnya penuh kekhawatiran.

“Kalau lo tetap lanjut, Za... lo tahu lo nggak akan bisa mundur lagi, kan?”

Reza menatapnya tanpa berkedip. “Gue udah lama nggak punya jalan mundur, Dik.”

Dika mendengus pelan, melangkah mendekat. “Tapi sekarang lo punya pilihan. Lo bisa berhenti, atau lo bisa…“

“Atau gue bisa pastiin mereka dapat apa yang seharusnya mereka dapatkan,” potong Reza, suaranya datar.

Dika mengusap wajahnya dengan kasar. “Lo gila. Lo tahu itu, kan?”

Lihat selengkapnya