Punchline Terakhir

Lestyo Haryanto
Chapter #40

39

Arum menatap papan penuh catatan dan foto yang berusaha ia susun selama ini. Setiap benang merah yang ia tarik mengarah pada dua sosok, Reza dan ayahnya. Ia menekan pelipisnya. Jika ia terus mengejar Reza, maka cepat atau lambat ia harus menghadapi kebenaran tentang Hadi Wiratama, ayahnya. Suara langkah kaki terdengar mendekat. Rudi.

Tanpa melihat ke arahnya, Arum berkata, “Gue butuh kopi.”

Rudi hanya mengangkat alis. “Gue pikir lo butuh tidur atau cuti.” Arum terkekeh pendek, tapi tidak menjawab.

Rudi melipat tangannya, menatap papan investigasi di depan mereka. “Jadi? Apa langkah kita berikutnya?”

Lihat selengkapnya