Pundak Si Sulung

Oleh: M Helmi Akhdan

Blurb

Menjadi anak pertama bukan sekadar urutan kelahiran, melainkan takdir yang memaksa bahu muda menopang seluruh dunia. Sejak kepergian sang ayah, Raina melepas mimpinya, menukar masa mudanya dengan kerja keras, dan menganggap kewajiban sebagai jalan hidupnya. Ia rela berpeluh dari pagi hingga malam, demi memastikan ibunya tidak kekurangan dan adik-adiknya tetap bisa bersekolah.
Namun, pengorbanan sebesar apa pun tak pernah cukup di mata orang-orang di sekelilingnya. Setiap langkah pulang yang lelah, ia disambut bukan dengan senyum, melainkan keluhan panjang ibunya yang tak pernah puas selalu membandingkan, selalu menyalahkan, seolah segala kesusahan adalah salah Raina. Di luar rumah, tak kalah perih: tetangga yang bergunjing, saudara yang mencibir, dan kata-kata tajam yang mempertanyakan masa depannya, seolah ia tidak pernah berjuang sama sekali.
Raina hanya bisa diam. Menelan sesak, menyembunyikan air mata di balik punggung yang ia coba tegakkan. Badannya lelah, namun batinnya jauh lebih remuk. Ia bertahan bukan karena ia kuat, tapi karena ia tak punya tempat untuk pulang selain rumah itu. Sampai kapan bahunya sanggup menahan beban yang kian hari kian berat? Dan apakah suatu saat, pengorbanan besar ini akan dilihat, atau ia akan hancur diam-diam sebelum sempat dihargai?

Lihat selengkapnya