Pagi ini awan tampak kelabu, belum ada tanda sinar matahari yang memasuki celah jendelaku. Dapat kudengar suara kicauan burung beterbangan di bawah pepohonan. Aku tidak berniat membuka kedua mataku. Tidak lama kemudian, pintu kamar terbuka perlahan. Seseorang masuk dan memanggilku dengan samar. Semakin lama, suara itu terdengar semakin keras dan nyata.
“Dek,” panggil Mama dan aku mendengar, tapi rasanya kelu untuk sekadar menjawab. Rasa kantukku begitu berat mendera. Ia melangkah mendekat, menarik selimutku sedikit.
“Bangun sayang, udah pagi,” lanjutnya.
Aku mengangguk pelan, tapi tak ingin beranjak. “Iya, Ma,” jawabku.
“Cepetan, ya!” tegasnya kembali.
Ia berjalan keluar kamar lebih dulu. Aku membuka mata sedikit lebih lebar, lalu menarik selimutku perlahan. Tubuhku masih terasa berat saat aku duduk di tepi tempat tidur. Kakiku menyentuh lantai yang dingin. Tidak lama kemudian, dari arah dapur terdengar suara piring dan gelas yang saling bersentuhan. Aku berdiri perlahan, lalu berjalan keluar kamar. Aku bergegas menuju kamar mandi. Air mengalir pelan saat kugunakan untuk membasuh wajah, perlahan air mengguyur seluruh tubuhku tanpa peduli rasa dingin yang merambat menguasai kulit.
Udara pagi terasa lebih dingin seperti memaksaku untuk lebih sadar dari sebelumnya. Setelah itu aku keluar dari kamar mandi sambil mengusap rambutku yang masih basah. Aku berdiri di depan cermin sebentar. Tidak lama kemudian, seseorang mendekat dari belakang. Tangannya membenarkan kerah bajuku yang sedikit miring.
“Diam sebentar ya, Sayang,” tegur Mama. Ia kemudian memasang tali pinganggku dengan pelan. Aku hanya berdiri diam. Setelah selesai, ia menepuk pelan bahuku.
“Nah, udah rapi,” ucapnya bangga.
Aku mengambil tas yang sudah disiapkan di dekat pintu. Aroma makanan mulai tercium dari arah dapur, aku berjalan pelan, menghampiri. Ia sudah berdiri di dekat meja makan, menyiapkan piring.
“Sini, makan Dek,” pintanya padaku.
Aku duduk tanpa banyak bicara. Sepiring nasi sudah tersedia di depanku. Masih hangat, aku mengambil sendok, mengaduknya pelan tanpa benar-benar langsung makan.