PUTARAN WAKTU SALMA

essa amalia khairina
Chapter #3

PERHATIAN

Kriiiiiing….!

Bel sekolah berbunyi nyaring. Tanda jam istirahat pertama di mulai. Semua murid di kelas tiga B itu bersorak riang dan berhamburan keluar kelas, mengekor sang guru yang keluar dengan setumpuk buku tulis yang dibawanya pergi.

Namun, tidak semua ikut bergerak. Beberapa masih berdiam di dalam kelas–termasuk Salma yang masih duduk di bangkunya dengan tubuh sedikit membungkuk dan sorot mata yang masih menatap papan tulis.

Eh, ternyata si Salma nulisnya pakai tangan kiri!

Kenapa Salma nulis angka dua kayak gambar bebek?

Salma meremas kuat tangan kirinya. Rasa malu itu kembali menyergapnya. Dua kalimat yang benar-benar mematahkan semangatnya tuk belajar. Mengapa bisa? Batinnya. Mengapa aku berbeda dengan yang lainnya? Seburuk itukah aku?

“Hey, Salma!” seru seseorang mengejutkan.

Wajah Salma terangkat. Ia tersentak saat mendapati dua gadis datang mendekat. Gadis yang selalu membuat tubuhnya kehilangan daya untuk pergi. “Si-Sinta… Rena?”

Salma menatapnya, matanya membesar. Jantungnya berdetak kencang dan napasnya tersenggal. Kemudian, mereka melangkah lebih dekat ke arahnya sambil mencondongkan tubuhnya ke depan.

“Mana uangnya?!” Desak Sinta.

“Maaf, aku…”

“Gak ada?” Timpal Rena, temannya. “Ah, kamu jangan bohong!”

Salma menunduk, hampir tak berani menatap wajahnya. Tangannya yang mengepal hanya di tangan kiri saja, kini keduanya. “Aku emang gak ada uang.” Jawabnya, lirih.

Rena maju selangkah lebih dekat. Tanpa permisi, ia segera merogoh saku kemeja milik Salma dan berhasil mendapati dua lembar uang kertas di genggamnya. “Ini… apa?” tanyanya membelalak. “Kamu emang pembohong!”

“K-kembalikan!” lirih Salma hampir menangis. Ia beranjak dari kursi, meraih tangannya ke udara tapi ragu-ragu.

Lihat selengkapnya