PUTARAN WAKTU SALMA

essa amalia khairina
Chapter #4

TERJADI LAGI

“Woy! Pak Mamat gak akan masuk… katanya lagi ada rapat di ruang guru!”

Riuh rendah kegembiraan itu seolah menjadi tirai yang memisahkan Salma dari dunia luar. Ia menelan ludah. Baginya, jam kosong bukanlah berkah. Itu adalah jam-jam di mana intimidasi bisa terjadi di sudut mana pun tanpa ada mata yang menghalangi. Ia menatap ke sekeliling, lalu beralih pada Sinta dan Rena yang kini justru menyeringai lebar. Mereka tahu, tanpa Pak Mamat, "hiburan" mereka tidak akan berhenti.

Tak sampai di situ, ternyata mata-mata lain pun tengah mengawasi Salma. Keberadaan mereka tersembunyi dengan rapi di balik tawa renyah dan perbincangan yang seolah-olah membicarakan hal remeh. Di sudut belakang, sekelompok siswa laki-laki yang biasanya sibuk bermain, kini sesekali melirik ke arah meja Naya dengan tatapan penuh selidik yang tidak nyaman.

Setiap kali Salma mencoba menarik napas panjang, ia merasa udara di kelas itu semakin menipis. Tawa yang meledak di meja sebelah bukan lagi sekadar tawa. Bagi telinganya yang sensitif, itu terdengar seperti kode. Sebuah bom waktu yang sedang menanti saat yang tepat untuk meledak.

Kecuali, Cantika. Gadis di sebelahnya tidak tertawa. tidak juga berpaling untuk ikut menguliti Salma dengan tatapan selidik. Jemarinya yang lentik justru terlihat sibuk membolak-balik halaman buku paket tebal di atas mejanya. Ada ketenangan yang janggal memancar dari sosok Cantika—ketenangan yang bagi Naya, terasa jauh lebih jujur dan tulus. Begitu jemarinya diam, matanya menoleh ke arah Salma.

“Sal. Kita keluar kelas, yuk?” ajak Cantika sambil menarik lengan Naya, tanpa menunggu jawaban gadis itu lebih dulu. “Kamu tadi belum istirahat, kan? Kamu pasti lapar.”

Glek.

Salma menelan ludah. Kerongkongannya terasa kering dan mencekat, namun bukan karena ajakan tiba-tiba dari Cantika yang begitu dominan. Ada hal lain yang jauh lebih menghimpit dadanya saat ini—sebuah kenyataan pahit yang ia simpan rapat-rapat di balik saku seragamnya yang kempis.

Uangnya tak ada.

Sementara itu, Cantika yang tak tahu soal pencurian terselubung itu segera mengajak Salma keluar.

Lihat selengkapnya