PUTARAN WAKTU SALMA

essa amalia khairina
Chapter #8

KETEGUHAN DESI

Braaaak!

Desi menutup pintu kamarnya dan menguncinya rapat-rapat.

Sementara, Herman yang sedari tadi mengekor kini muncul dari ambang pintu dan menutup pintu itu kembali lalu menghampiri sang istri yang kini terduduk lemas di tepi ranjang sambil menahan emosi.

"Maksud kamu apa bicara seperti tadi?" Tanya Herman membuka pembicaraan. "Pindah dinas? Maksud kamu gimana?"

"Aku capek sama Ibu kamu yang terus-menerus menyudutkan aku seperti tadi, Mas!" Tandas Desi tanpa melirik suaminya yang berusaha menangkap matanya yang kini nanar. "Aku gak kuat hidup seperti ini, aku udah muak. Lebih baik... kita cari rumah lalu pindah."

Herman mendesis. "Pindah?" Ulangnya memastikan bahwa ia tak salah mendengar. "Lalu dengan pekerjaan kamu?"

"Aku berhenti!"

Herman membelalakan bola matanya lalu tertawa pahit. "Hey. Kamu sudah gila? Kamu memutuskan untuk ambil rumah sementara kamu berhenti kerja tanpa melihat kondisi suamimu yang tengah merintis usaha karena korban PHK? Kamu mau bayar cicilan rumah uang darimana, Desi?"

​Desi beranjak dari tempat duduknya dengan langkah yang mantap. Ia bergegas menuju lemari jati besar di sudut kamar dan membukanya. Di balik tumpukan pakaian yang tersusun rapi, ia lalu menarik keluar sebuah tas kecil berbahan beludru yang selama ini tak pernah diketahui Herman.

Lihat selengkapnya