Putra Tersayang

A. F. Ferdians
Chapter #21

Antara Satu, Keduanya, Atau Tidak Sama Sekali

Hari-hari berikutnya berjalan sesuai dengan apa yang dijanjikan kedua orangtuaku saat di kantor polisi. Hari sekolah aku tinggal di apartemen bersama Ayah. Sementara setiap akhir pekan aku kembali ke kontrakan Ibu.

Tidak banyak yang berubah dari sikap mereka kepadaku. Namun bagiku itu sudah cukup. Yang penting, aku selalu punya tempat untuk pulang.

Di sekolah, hari pembagian rapor semakin dekat. Wali kelasku membagikan surat undangan kepada seluruh murid untuk diberikan kepada orangtua masing-masing. Aku memandangi surat itu cukup lama.

“Put, belum mau pulang?” tanya Aini sambil memasukkan buku ke dalam tas.

“Bentar lagi,” jawabku.

Eko yang masih berdiri di belakang bangkuku ikut menoleh. Sementara itu teman-teman lain satu per satu sudah mulai meninggalkan kelas.

Aku menghela napas panjang. “Gua bingung nih surat mau gua apain.”

“Ya tinggal dikasih ke orangtua kamu, lah,” jawab Eko santai sambil berdiri di sampingku.

“Eko…” tegur Aini pelan.

Aku menoleh ke Eko. “Maksud lu apaan?”

Eko tersenyum kecil. “Sabar, Put. Jangan marah dulu.” Ia menunjuk surat di tanganku. “Maksud aku, kamu kasih suratnya diem-diem aja. Yang penting mereka tahu.”

“Percuma, Ko,” jawabku cepat. “Gua ngomong langsung aja mereka nggak dateng. Apalagi kalo cuma dikasih diem-diem.”

Eko berdecak pelan. “Kamu jangan mikir gitu dulu. Dicoba aja.”

“Kalo mereka tetep nggak dateng?”

Eko mengangkat kedua bahunya. “Ya udah. Seenggaknya kamu udah berusaha.” Ia melirik ke arah Aini. “Entar kalo mereka beneran nggak dateng, paling Ayah aku atau ayah Aini yang ngambil rapor kamu.”

Aini mengangguk. “Iya, bener juga.”

Beberapa detik kemudian aku seperti teringat sesuatu. “Berarti gua butuh surat satu lagi.”

Lihat selengkapnya