Aku adalah kepingan puzzle
Berserakan tak sesuai tempatnya...
Gemerisik hujan masih terdengar menenangkan. Mengetuk-ngetuk kaca jendela kamarku dari lantai dua.
Hmm... Pagi yang kelabu untuk memulai sebuah hari.
Dengan gerakan berat, aku mengambil tas ransel yang tergeletak begitu saja di meja belajar. Meski cuaca sedang redup, aku tetap harus masuk sekolah. Kalau tidak pasti pintu kamarku sudah berisik digedor-gedor oleh mama.
"Pagi, Ma." sapaku pada mama yang sibuk menuangkan teh ke dalam cangkirnya.
"Pagi, Sayang."
Pagi ini hanya ada aku dan mama di meja makan. Papa dan Kak Mala tak terlihat padahal mereka yang paling rajin bangun pagi.