"SELEGRAM CANTIK SERIBU WAJAH"

brielle athalia
Chapter #2

Barter Kecantikan Tanpa Angka

Dunia digital adalah sebuah labirin fatamorgana yang mahaluas. Di sana, kebahagiaan diukur dari berapa banyak tanda suka yang bersemi di layar, dan harga diri ditakar dari seberapa mewah latar belakang foto yang ditampilkan. Orang-orang berdatangan ke akun media sosialku bagaikan musafir yang merindukan oase di tengah gurun pasir. Mereka melihat sekeping kehidupan Nadira Aluna yang begitu sempurna, begitu berkilau, tanpa pernah tahu bahwa di balik bingkai foto itu, aku sedang berdiri di atas retakan tanah yang siap amblas kapan saja.

Sore itu, sepulang dari kubikel kerja divisi IT yang melelahkan, sebuah paket kardus berukuran sedang sudah bertengger di pos satpam kompleks kos eksklusifku. Kotak itu dilapisi isolasi hitam pekat dengan logo hologram GlowAura Luxury yang memantulkan pendar pelangi saat terkena cahaya lampu koridor.

"Paket endorse lagi ya, Mbak Aluna? Wah, makin sukses aja nih," sapa Pak satpam dengan senyuman ramah yang tulus. Di matanya, dan di mata seluruh penghuni kompleks ini, aku adalah potret perempuan muda mandiri yang sukses menaklukkan kerasnya ibu kota.

"Iya, Pak. Alhamdulillah," jawabku lembut, menyunggingkan senyum termanis yang sengaja kupelihara untuk menjaga reputasi visualku.

Aku memeluk kotak itu dengan kedua tangan. Bobotnya lumayan berat, mengirimkan sensasi dingin ke telapak tanganku. Ada rasa antusias yang sempat memercik di dada, namun sedetik kemudian, rasa itu menguap digantikan oleh hela napas pendek yang sarat akan ironi. Aku melangkah menaiki anak tangga menuju kamar nomor 204 di lantai dua, menyeret langkah kaki yang terasa begitu berat seolah sepasang sepatu flatshoes yang kukenakan ini terbuat dari timah.

Begitu pintu kamar kos berkunci digital itu terbuka dan berdentum menutup rapat, aku melempar kotak kardus itu ke atas kasur empuk berlapis sprei abu-abu minimalis. Kamar kos ini cukup luas untuk ukuran seorang karyawan lajang, dengan biaya sewa mencapai dua juta rupiah per bulan—sebuah nominal yang sebenarnya sudah menguras hampir separuh dari gaji pokokku sebagai staf analis data sistem di Cyber Tech Corporation. Namun, aku terpaksa membayar mahal demi estetika sudut ruangan; demi latar belakang video live yang harus kelihatan berkelas, bersih, dan menawan bagi puluhan ribu pengikutku.

Aku menyambar pisau kecil di atas meja rias, menyobek isolasi hitam itu dengan satu gerakan cepat, lalu membuka penutup kardus. Aroma wangi mawar premium langsung menguar hebat, memenuhi seluruh penjuru kamar yang sunyi.

Di dalam kotak itu, berjejer rapi produk-produk perawatan kulit kelas atas. Ada botol kaca kokoh berisi GlowAura Deep Cleanser, cairan toner yang bening layaknya kristal, pelembap wajah berkemasan emas, dan produk andalan mereka: sebotol kecil serum anti-penuaan LuxSkin yang di pasaran dihargai dua setengah juta rupiah per botolnya. Sebagai bonus tambahan atas performa videoku yang bagus bulan lalu, pihak agensi bahkan menyelipkan varian terbaru berupa paket lulur mandi tubuh, body lotion, dan sebuah voucer perawatan gratis di klinik kecantikan estetika premium di pusat kota.

Lihat selengkapnya