Raga

Ristiana Indah Berliana
Chapter #1

Sanubari

Pertemuan memang terasa indah, apalagi pertemuan antara matahari dengan bumi yang sangat melekat. Suara ayam berkokok dengan kencangnya menjadikan alarm pagi hari untuk Kayla, gadis berambut panjang, bermata cokelat, dengan tinggi sekitar 150 cm. Dengan hembusan nafas yang berat ia terbangun dengan malasnya karena mengingat ini adalah hari senin. Suara yang menggelegar tak kalah terdengar dari sudut ruangan rumah berukuran 12 cm x 15 cm.

"Kayla, sarapan mu sudah siap!" teriak Ibu Nuri selaku ibu kandung Kayla yang melahirkannya 17 tahun silam. Kayla tak sempat menjawab karena dia sudah bergegas untuk membersihkan dirinya yang bau. Memakai seragam SMA, mengikat setengah rambutnya dan membiarkan poni menjuntai pendek di dahinya membuat wajah Kayla menjadi amat manis. Kayla bergegas untuk memakan sarapannya berupa nasi gurih yang digoreng memakai bumbu yang khas.

"Aku sudah kenyang bu, aku berangkat dulu ya." Terang Kayla sambil menggendong tas merah jambunya di pundak mungilnya. Suara klakson mobil terdengar di luar rumah berwarna putih bersih disertai bunga-bunga yang menjulang. Tak kalah suara gerutu seorang wanita terdengar sangat jelas.

"Lama ya tuan putri ini, aku udah nunggu sekitar 2 jam." Sambil melirik kaca spion untuk memperbaiki poni nya.

Fika, adalah teman Kayla yang menunggu secara dramatis di depan rumahnya selama 2 jam, padahal hanya menghabiskan waktu 2 menit. Perjalanan menuju sekolah cukup menyenangkan dengan mendengar lagu-lagu centil ala Fika. Kayla dan Fika memang sudah berteman dari kelas 1 SMA, dan Fika menganggap Kayla sudah menjadi bagian dari keluarga. Hanya menempuh waktu selama 20 menit sampai di tempat menimba ilmu sejuta umat di dunia. Bertegur sapa, senyum, dan salam menjadi tradisi yang harus di jalankan di sekolah.

Lihat selengkapnya