Raga

Ristiana Indah Berliana
Chapter #2

Titik Tuju

"Ini beneran mau di sini?" Tanya Raisa dengan muka datar nan manisnya itu. Berdiri di tempat keramaian merupakan tindakan sosial yang dihindari Raisa. Raisa dan Justin bersama-sama memandangi benda pipih yang menunjukkan tempat nongkrong ala gen Z yaitu tempat coffe.

Justin hanya mengangguk, apa yang di katakan Raga di aplikasi chat 24 jam itu. Justin dan Raisa duduk berhadapan sambil membuka benda yang dapat buka tutup sesuai kehendak sang manusia.

"Cuma kita berdua?" Sinis Raisa kepada Justin yang sudah menduga pasti sedang memainkan game tembak-tembakannya terlebih dahulu. Tangan Justin tak berhenti dan matanya tetap memandangi laptop tersebut sambil mengatakan "tidak".

Suara kendaraan roda dua telah tiba dengan gagahnya di depan nongkrong asik mereka. Raga, Ghana, Andra dan Jasmine datang dengan membawa penuh tas mereka.

"Kalah tin, udah ini mah," ucap Andra sambil meletakkan jari telunjuk usilnya untuk mengakhiri permainannya. Justin tidak bisa berontak dikarenakan ada Raga yang sudah menyiapkan materi olimpiade tahun lalu untuk dipelajari bersama.

"Tolong dipelajari ya temen-temen. Udah H-1 bulan buat kita mempersiapkan ini semua. Kalo ada yang bingung kita saling backup aja ya."

Olympic adalah nama regu kelompok belajar yang dipimpin oleh Raga. Raga sangat dipercaya bukan karena dia adalah anak kepala sekolah, tetapi dia memiliki sisi kepemimpinan dan tanggung jawab yang tinggi. Raga beserta lima anggotanya memiliki bidang keahlian masing-masing. Dengan kemampuan itu Olympic dapat memenangkan olimpiade di segala bidang mata pelajaran.

Suara manusia bernyanyi meyelimuti ruangan tersebut, sampai akhirnya terdengar suara telepon masuk dan terjawab "Hallo, aku sudah sampai,"

Langkah kaki terhenti saat melihat kelompok Olympic belajar dengan serius di cafe tersebut. Kayla barusan menerima telpon dari sahabatnya Fika untuk mereka nongkrong santai sambil mencoba menu baru di cafe tersebut.

Lihat selengkapnya