Tetangga Baru
Pagi itu, udara di Perumahan Melati terasa sejuk. Burung-burung berkicau di atas pohon mangga yang tumbuh di depan rumah milik Sinta.
Sinta, seorang wanita berusia tiga puluh dua tahun, sedang menyiram bunga ketika sebuah mobil hitam berhenti di rumah sebelah.
"Sepertinya ada tetangga baru," gumamnya.
Tak lama kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobil. Rambutnya panjang, wajahnya bersih, dan senyumnya ramah.
"Permisi, Mbak. Saya Maya, tetangga baru di sini," katanya sambil mengulurkan tangan.
Sinta tersenyum.
"Saya Sinta. Selamat datang di Perumahan Melati."
Dari dalam rumah, seorang pria keluar sambil membawa kardus. Tubuhnya tinggi dan wajahnya tampan.
"Ini suami saya, Pak Arman," kata Maya.
Sinta mengangguk.
"Senang bertemu dengan Bapak."
Arman membalas dengan senyum hangat.
Sejak hari itu, hubungan mereka bertiga menjadi akrab. Bahkan suami Sinta, Budi, juga sering membantu Arman memperbaiki halaman rumah.
Namun, ada sesuatu yang membuat Sinta merasa aneh.
Setiap malam, ia sering melihat Arman keluar rumah sendirian.
Awalnya Sinta tidak terlalu memikirkannya.
Sampai suatu malam...