Rahasia di balik pagar putih

Arifin
Chapter #5

#5 Saksi yang Harus Dibungkam

Arman memacu mobilnya menuju rumah sakit dengan perasaan cemas. Di sampingnya, Dina terus berdoa agar Sinta baik-baik saja.

Sesampainya di rumah sakit, Maya langsung berlari menghampiri mereka.

"Mas Arman!" serunya dengan mata sembab.

"Bagaimana keadaan Sinta?" tanya Arman.

Maya menggeleng pelan.

"Dia masih di ruang operasi."

Arman menghela napas panjang.

Tak lama kemudian, Budi, suami Sinta, datang dengan wajah pucat.

"Siapa yang melakukan ini?" tanyanya dengan suara bergetar.

Maya menunduk.

"Sebelum pingsan, Sinta hanya menyebut satu nama... Rendi."

Semua orang terdiam.

"Tapi Rendi masih ditahan polisi," kata Dina.

"Itu yang membuatku bingung," jawab Arman.

Tiba-tiba ponsel Arman berdering.

Nomor tidak dikenal.

Dengan ragu, ia mengangkatnya.

"Halo?"

Terdengar suara berat dari seberang telepon.

"Kau pikir semuanya sudah selesai?"

Arman terkejut.

"Siapa ini?"

Suara itu tertawa pelan.

"Rendi hanya pion kecil. Masih ada orang yang lebih besar di belakang semua ini."

Jantung Arman berdetak kencang.

"Apa maksudmu?"

"Kalau kau ingin Sinta tetap hidup, berhentilah mencari tahu masa lalu keluargamu."

Sambungan telepon langsung terputus.

Arman membeku.

Bagaimana orang itu tahu tentang keluarganya?

Beberapa menit kemudian, dokter keluar dari ruang operasi.

Semua orang langsung berdiri.

"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Budi.

Lihat selengkapnya